Bendungan Cipero : 8.750 Hektar Lahan Pertanian Terancam Kekeringan Petani Minta Pemerintah Pusat TurunTangan

Senin, 4 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tegal – jateng || garudapost.id

Situasi kian memprihatinkan .Nasib pertanian di wilayah kabupaten Tegal kini berada di ujung tanduk. Pembangunan dan perbaikan Bendungan Cipero yang seharusnya menjadi penyangga kehidupan justru menuai banyak masalah serius.

Berdasarkan data lapangan, Rekaman suara narasumber ,serta bukti visual yang beredar,
terungkap fakta yang sangat mengkhawatirkan.

Wilayah yang menjadi tangkapan Irigasi ini mencakup area pertanian yang sangat luas, mencapai 8.750 hektar yang tersebar di kecamatan sorodadi dan warureja .

” Kalau masalah air ini tidak segera di selesaikan , potensi GAGAL PANEN ( MP2 ) sangat besar . Bayangkan , berapa banyak keluarga petani yang akan menderita. berapa ton yang akan hilang kalau sawah-sawah ini kering kerontang,” uangkap narasumber mewakili aspirasi warga.

Ironisnya, meski proyek ini vital,
namun kepastian anggaran masih menjadi tanda tanya besar .
Dari impormasi yang di peroleh, disebutkan bahwa untuk memperbaiki dan memaksimalkan fungsi bendungan serta saluran irigasi ini di butuhkan dana tidak sedikit, di perkirakan mencapai Rp 10 milyar .

” Pertanyaannya, dana ini dari mana ?
Apakah dari Anggaran Daerah, ataukah dari Pusat BBWS ( Balai Besar Wilayah Sungai)? Sampe sekarang kejelasannya belum ada , padahal waktu terus berjalan dan tanaman butuh air ,” tanya narasumber.

Seperti yang terlihat dividio dan diakui oleh pihak lapangan , kondisi di Bendungan Cipero sangat memprihatinkan.

• Banyak pintu air yang sudah di bangun namun tidak berfungsi maksimal atau bahkan mati total .

• Matrial dan pengerjaan menjadi sorotan , bahkan ada dugaan pengambilan material yang tidak sesuai prosedur.

• masyarakat merasa kasihan melihat kineria di lapangan Karena terkesan kurang di awasi dengan ketat oleh pihak berwenang seperti BBWS maupun instansi terkait .

” Kami melihat sendiri, kokoh di luar tapi pertanyaannya apakah kuat di dalam ?
Dan yang paling menyedihkan , pintu air banyak tapi tidak bisa mengalirkan air .
Buat apa dibangun kalau cuma jadi pajangan? ” tegasnya .

Melihat kondisi yang mendesak ini , masyarakat dan para petani mengajukan permintaan yang sangat logis namun krusial :

1 . Segera dibuatkan MADEG/ saluran irigasi SEMENTARA’ : selama bendungan induk belum selesai atau belum maksimal , air harus tetap bisa mengalir ke sawah.

2 . Perbaikan Total: memperbaiki semua pintu air yang rusak atau mati supaya fungsinya kembali normal .

3 . Keterlibatan PUSAT : kami berharap bukan cuma Pemkab yang menangani , tapi Pemerintah Pusat harus turun tangan langsung .
Urusan Pertahanan Pangan skala 8,750 hektar ini bukan main- main , butuh kecepatan dan kepastian hukum serta anggara ,” seru narasumber.

Dana yang dianggarkan harus jelas penggunaannya , pengawasan harus di perketat , dan solusi harus hadir sekarang juga .

” Jangan biarkan Proyek besar ini justru mematikan ekonomi rakyat . Air adalah nyawa, dana adalah alat, dan pengawasan adalah kuncinya . Kalau semua jalan , Petani senang Pangan aman ,”
Pungkasnya .

Facebook Comments Box

Penulis : Red jateng

Editor : Red jateng

Berita Terkait

Polres Tegal Laksanakan Rotasi Jabatan, Perkuat Kinerja dan Pelayanan Publik
TEF 2026 Sukses Digelar, Wali Kota Tegal Berharap Jadi Agenda Tahunan
Anjangsana Malam Satgas TMMD ke-128, Warga Fata’atu Timur Sambut Antusias
Data Valid Menjadi Pondasi Kuat Dalam Pelayan Publik 
Bak Ayam Mati di Lumbung Padi,Sumber Mata Air Melimpah Warga Desa Banyumudal Harus Beli Air Bersih*
TMMD Ke-128 Kodim 1615, Progres Sumur Bor Capai Lebih dari 50 Persen
TMMD Ke-128 Kodim 1615, Hadirkan Solusi Air Bersih untuk Warga Gelumpang
RTLH TMMD Lotim Terus Digenjot
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 15:16

Bendungan Cipero : 8.750 Hektar Lahan Pertanian Terancam Kekeringan Petani Minta Pemerintah Pusat TurunTangan

Senin, 4 Mei 2026 - 11:02

Polres Tegal Laksanakan Rotasi Jabatan, Perkuat Kinerja dan Pelayanan Publik

Senin, 4 Mei 2026 - 10:50

TEF 2026 Sukses Digelar, Wali Kota Tegal Berharap Jadi Agenda Tahunan

Senin, 4 Mei 2026 - 10:31

Anjangsana Malam Satgas TMMD ke-128, Warga Fata’atu Timur Sambut Antusias

Senin, 4 Mei 2026 - 08:47

Data Valid Menjadi Pondasi Kuat Dalam Pelayan Publik 

Berita Terbaru