Ketua Bidang Hukum dan Media PBNU Prof. Mukri Pastikan Surat Edaran Kepanitiaan Muktamar Hoak

Senin, 4 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUDAPOST.ID | JAKARTASurat Edaran PBNU Nomor: 4385/PB.01/A.II.10.47/99/08/2025 tentang Petunjuk Teknis Pembentukan dan Tata Kerja Kepanitiaan di Lingkungan PBNU tidak mengatur kepanitiaan Muktamar NU. Begitu ditegaskan Ketua Bidang Hukum dan Media Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof. Muhammad Mukri, Senin 4 Mei 2026.

Menurut Prof. Mukri, beredarnya narasi yang menyebut surat edaran tersebut sebagai dasar kepanitiaan Muktamar adalah informasi yang tidak benar atau hoaks. Apalagi kabar itu dibumbui dengan penyebutan ketua panitia muktamar harus Waketum PBNU.

“Jadi surat edaran ini memang bukan untuk kepanitiaan Muktamar. Surat edaran itu mengatur kepanitiaan di lingkungan lembaga, PWNU, dan PCNU,” kata Prof. Mukri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prof. Mukri menjelaskan, hal itu dapat dilihat secara jelas dalam poin 4 surat edaran tersebut. Dalam ketentuan mengenai Steering Committee atau SC, disebutkan bahwa Ketua SC harus dijabat oleh salah satu Wakil Rais, sementara Sekretaris SC dapat dijabat oleh Katib atau salah satu Wakil Katib.

Sementara itu, untuk Organizing Committee atau OC, surat edaran tersebut menyebutkan bahwa Ketua OC harus dijabat oleh salah satu Wakil Ketua, sedangkan Sekretaris OC dapat dijabat oleh Sekretaris atau salah satu Wakil Sekretaris.

“Dari rumusan itu saja sudah jelas bahwa surat edaran tersebut mengatur kepanitiaaan pada level kepengurusan tertentu, seperti PWNU dan PCNU, bukan untuk kepanitiaan Muktamar PBNU,” tegasnya.

Prof. Mukri menambahkan, kepanitiaan Muktamar NU telah dibahas dan ditetapkan melalui rapat pleno PBNU. Dalam keputusan tersebut, Rais Aam dan Ketua Umum PBNU ditetapkan sebagai penanggung jawab. Sementara Katib Aam ditunjuk sebagai Ketua Steering Committee dan Sekretaris Jenderal PBNU sebagai Ketua Organizing Committee.

Menurut Prof. Mukri, susunan tersebut justru dimaksudkan untuk memastikan Muktamar memiliki legitimasi yang kuat karena melibatkan empat unsur pimpinan tertinggi PBNU.

“Penunjukan ini dilakukan agar Muktamar legitimate. Empat pimpinan tertinggi PBNU terlibat langsung: Rais Aam dan Ketua Umum sebagai penanggung jawab, Katib Aam sebagai Ketua SC, dan Sekjen sebagai Ketua OC,” ujarnya.

Prof. Mukri mengimbau seluruh pihak agar tidak menarik surat edaran tersebut ke konteks yang keliru. Ia meminta warga NU dan pengurus di semua tingkatan untuk merujuk pada keputusan resmi organisasi, bukan pada tafsir atau narasi yang menyesatkan. (Tim Media Group PWDPI)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Prof. Nelson Pomalingo Doakan Almarhum H. Rachmat Gobel Husnul Khatimah Saat Melayat di Rumah Duka
Anak Muda Jadi Target Utama Penyalahgunaan Obat-Obatan Tertentu, BPOM Bunyikan Alarm Bahaya
*Saat Kepedulian Mengetuk Pintu Harapan: Bang YD Bantu Janda dan Keluarga Kurang Mampu di Gunungsitoli*
Magnifica Humanitas dan Gen Z di Era AI
Bupati Syah Afandin Dorong Langkat Jadi Percontohan Ekonomi Perempuan Nasional
BANTAH POLITISASI PIP-KIP KULIAH, KUASA HUKUM KADAFI: FITNAH TAK BERDASAR | MAHASISWA MALAHAYATI: DANA LANGSUNG KE PENERIMA TANPA POTONGAN
Peringati Hari Pers Sedunia, Ketum PWDPI : Wartawan Harus Profesional dan Jadi Penggerak Ekonomi
“Teror Digital, Modus Pemerasan UMKM Lewat Rating Bintang 1 di Google Maps Mencuat”
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:43

Prof. Nelson Pomalingo Doakan Almarhum H. Rachmat Gobel Husnul Khatimah Saat Melayat di Rumah Duka

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:27

Anak Muda Jadi Target Utama Penyalahgunaan Obat-Obatan Tertentu, BPOM Bunyikan Alarm Bahaya

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:50

*Saat Kepedulian Mengetuk Pintu Harapan: Bang YD Bantu Janda dan Keluarga Kurang Mampu di Gunungsitoli*

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:15

Magnifica Humanitas dan Gen Z di Era AI

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:39

Bupati Syah Afandin Dorong Langkat Jadi Percontohan Ekonomi Perempuan Nasional

Berita Terbaru