LANNY JAYA, garudapost.id — SMA Negeri 1 Baliga, distrik Baliga Kabupaten Lanny Jaya, memanfaatkan bantuan Dana BOS Afirmasi dari Kementerian Pendidikan untuk melengkapi sarana dan prasarana sekolah guna menunjang kinerja guru dan proses belajar mengajar.
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Baliga, Gerius Wanimbo, S.Pd., M.Pd., Gr, menyampaikan bahwa sejak awal berdiri hingga tahun 2023, sekolah tersebut masih memiliki keterbatasan fasilitas. Namun, melalui Dana BOS Afirmasi, sekolah mulai melakukan pembenahan secara bertahap. Pernyataan itu disampaikan pada Senin (4/5/2026).
Gerius menjelaskan bahwa bantuan Dana BOS Afirmasi tahun 2026 digunakan untuk pengadaan sejumlah kebutuhan penting sekolah. Di antaranya dua unit komputer, dua unit printer Canon, satu mesin air merek Sanyo, kabel sepanjang 150 meter, tiga pipa air, lampu beserta terminal, serta perlengkapan administrasi seperti struktur organisasi dan daftar nominatif tenaga pendidik.
Menurutnya, pengadaan tersebut difokuskan untuk melengkapi aset sekolah agar guru dan tenaga honorer dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab secara optimal. Fasilitas komputer dan printer disediakan guna mendukung administrasi serta akses pembelajaran berbasis teknologi.
Selain itu, sekolah juga mulai menyediakan akses internet (WiFi) agar para guru dapat mencari referensi materi pembelajaran secara daring, sehingga kualitas pengajaran dapat terus ditingkatkan.
“Kami berupaya melengkapi kebutuhan dasar sekolah agar guru-guru bisa bekerja dengan baik, fokus, dan nyaman dalam menjalankan tugasnya,” ujar Gerius.
Ia menambahkan, penyediaan mesin air dan instalasi listrik juga menjadi prioritas untuk menciptakan lingkungan kerja yang layak dan mendukung aktivitas sekolah sehari-hari.
Sebagai sekolah yang berada di daerah terpencil, SMA Negeri 1 Baiga terus berupaya mengejar ketertinggalan dari sekolah-sekolah di perkotaan. Pihak sekolah berharap dukungan dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat terus berlanjut.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan perhatian. Harapan kami ke depan, sekolah di daerah terpencil juga bisa berkembang dan tidak kalah dengan sekolah di kota,” tambahnya.
Gerius menegaskan bahwa seluruh aset yang diperoleh telah diserahkan kepada para guru sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing, agar dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam mendukung kegiatan pendidikan di sekolah tersebut.(*)










