Garudapost.id-Dobo/Menindaklanjuti surat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) tentang Instruksi Pelaksanaan Ikrar dan Penguatan Pengawasan Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dobo melaksanakan razia blok hunian dan tes urine bagi warga binaan maupun pegawai, Jumat(08/05).
Bersama dengan pihak Kepolisian Resort (Polres) Kep.Aru, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengantisipasi peredaran narkoba, handphone illegal, dan bentuk penipuan lainnya, yang dapat menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban Lapas.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas, Pieter Jan Lessy, diawali dengan apel bersama yang diikuti oleh seluruh jajaran pegawai, dan juga pihak kepolisian, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan razia blok hunian Nuri I dan Elang I. Adapun pelaksanaan tes urine yang dilaksanakan bagi warga binaan dan juga bagi pegawai.
Dari kegiatan razia yang dilaksanakan, ditemukan sejumlah barang terlarang yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtib, berupa beberapa jenis paku, pemantik api, silet, dan gunting. Barang-barang tersebut selanjutnya diamankan dan dicatat sebagai barang bukti sesuai prosedur yang berlaku. Adapun hasil pelaksanaan tes urine terhadap seluruh peserta razia menunjukkan hasil negatif, yang berarti tidak ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan narkoba atau zat terlarang lainnya. Seluruh rangkaian kegiatan ini berlangsung dengan aman dan baik.
Pieter Jan Lessy, menyampaikan bahwa, kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara rutin dan berkala sebagai upaya menjaga kondisi lapas yang aman, tertib, dan bersih dari barang terlarang maupun penyalahgunaan narkoba.
“Razia ini merupakan bagian dari komitmen kita bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas. Saya mengapresiasi kinerja seluruh petugas yang telah melaksanakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme. Ke depannya, kegiatan seperti ini akan terus kita tingkatkan demi menciptakan lingkungan lapas yang kondusif, aman, dan bebas dari pengaruh negatif demi mendukung proses pembinaan warga binaan,” ucap Lessy









