LIMBOTO, Garuda post .id– Ketua IBI Kabupaten Gorontalo, Emsthiwaty T.Hiola, menegaskan bahwa pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) IBI Kabupaten Gorontalo Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan program strategis lima tahun ke depan.
Menurut Emsthiwaty, pelaksanaan Muscab tersebut merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Daerah yang mengikuti periode kepengurusan pusat tahun 2023–2028. Meski pelaksanaannya mengalami keterlambatan, hal itu tidak mengurangi semangat para bidan dalam menjalankan agenda organisasi.
“Pelaksanaan Musda sebelumnya memang mengalami keterlambatan sehingga berdampak pada pelaksanaan Muscab di tingkat cabang. Namun hal itu tidak menurunkan semangat kami untuk tetap melaksanakan kegiatan ini,” ujar Emsthiwaty
Ia menjelaskan, Muscab memiliki peran penting dalam menentukan arah organisasi, mulai dari penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus lama hingga pemilihan kepengurusan baru.
“Forum ini juga menjadi ruang untuk menyusun program-program strategis lima tahun ke depan demi memperkuat pelayanan kebidanan di Kabupaten Gorontalo,” katanya.
Emsthiwaty menambahkan, salah satu program prioritas IBI Kabupaten Gorontalo adalah mendukung pemerintah daerah dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi.
Menurut data yang disampaikannya, angka kematian ibu dan bayi di Provinsi Gorontalo saat ini masih berada di angka 21 kasus, sementara Kabupaten Gorontalo tercatat sebanyak tujuh kasus.
Karena itu, IBI Kabupaten Gorontalo akan terus memaksimalkan pelayanan kebidanan hingga tingkat desa melalui peran aktif para bidan di lapangan.
“Kami akan terus memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui edukasi, pendampingan serta pelayanan kebidanan yang maksimal kepada masyarakat,” pungkasnya.











