Prabowo Tegaskan MBG Berbasis Kebutuhan, Bukan Paksaan

Minggu, 10 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GORONTALO,Garudapost.id — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir sebagai bentuk keberpihakan negara kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, bukan kebijakan yang dipaksakan kepada seluruh kalangan tanpa melihat kondisi sosial ekonomi penerima.

Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih di Leato Selatan, Kota Gorontalo, Sabtu (9/5/2026). Di hadapan warga dan para nelayan, Presiden menekankan bahwa pemerintah ingin memastikan setiap anak Indonesia memperoleh hak yang sama untuk tumbuh sehat, kuat, dan cerdas.

“Yang merasa perlu akan kita berikan semuanya. Yang tidak perlu, tidak apa-apa, tidak dipaksa,” tegas Prabowo.

Menurut Presiden, program MBG dirancang sebagai langkah nyata negara dalam menjaga kualitas generasi masa depan. Pemerintah tidak ingin ada anak Indonesia yang kehilangan semangat belajar ataupun mengalami gangguan pertumbuhan akibat keterbatasan ekonomi dan kurangnya asupan gizi.

Karena itu, Presiden meminta seluruh daerah segera mendata sekolah-sekolah dan anak-anak yang belum tersentuh program MBG agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran sepanjang tahun ini.

Prabowo menilai, pembangunan bangsa tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus dimulai dari pembangunan manusia. Melalui program MBG, pemerintah ingin menghadirkan generasi Indonesia yang sehat, disiplin, berdaya saing, serta siap menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

“Kita ingin anak-anak kita kuat, semangat, pintar, dan rajin belajar,” ujar Presiden.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri menjadi salah satu prioritas nasional pemerintahan Prabowo dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Kebijakan ini juga mencerminkan komitmen negara untuk hadir secara nyata di tengah masyarakat, terutama bagi kelompok yang membutuhkan perhatian dan perlindungan lebih.

Dengan pendekatan berbasis kebutuhan, pemerintah berharap program MBG mampu menghadirkan rasa keadilan sosial, memperkecil kesenjangan, serta memperkuat harapan masyarakat terhadap masa depan generasi bangsa.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kiamat Guru Honorer 2026: Benarkah Sinyal Reformasi atau Sekadar Penundaan Beban?
SMK Almamater Telaga Jadi Rujukan, Terima Kunjungan Study Tiru dari SMKS Melati Luwu Utara
Program PASIARI Dipenutupan Gebyar UMKM Gorontalo Sukses Digelar
Menuju PENAS 2026, Pemkab Gorontalo Mulai Aksi Nyata di Lapangan
Prof Nelson Pomalingo Masuk Pengurus Pusat PERPUKADESI
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 06:14

Prabowo Tegaskan MBG Berbasis Kebutuhan, Bukan Paksaan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:26

Kiamat Guru Honorer 2026: Benarkah Sinyal Reformasi atau Sekadar Penundaan Beban?

Senin, 4 Mei 2026 - 18:36

SMK Almamater Telaga Jadi Rujukan, Terima Kunjungan Study Tiru dari SMKS Melati Luwu Utara

Minggu, 26 April 2026 - 20:27

Program PASIARI Dipenutupan Gebyar UMKM Gorontalo Sukses Digelar

Kamis, 2 April 2026 - 09:37

Menuju PENAS 2026, Pemkab Gorontalo Mulai Aksi Nyata di Lapangan

Berita Terbaru