Frengky Alua Ajak Generasi Muda Kurulu Hidupkan Kembali Budaya Tanam Ubi untuk Perkuat Ekonomi Keluarga

Minggu, 7 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAMENA, Garudapost.id– Di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat Papua Pegunungan, Ketua Kelompok Tani Opalima, Frengky Alua, S.Kom, mengajak generasi muda di Distrik Kurulu, Kabupaten Jayawijaya, untuk kembali menghidupkan budaya menanam ubi dan mengembangkan pangan lokal sebagai fondasi ketahanan pangan dan ekonomi keluarga.

Ajakan tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembersihan lahan seluas dua hektare di kawasan Samagima, Kampung Abusa, Distrik Kurulu, yang dilakukan bersama masyarakat pada Sabtu (6/6/2026).

Menurut Frengky, kondisi perputaran ekonomi yang belum stabil mendorong generasi muda untuk mengambil langkah nyata dengan kembali mengelola lahan pertanian dan memanfaatkan potensi pangan lokal yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat Pegunungan Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sebagai generasi muda mengajak bapa, mama, dan seluruh masyarakat untuk kembali membuka kebun dan memberdayakan pangan lokal. Dengan begitu, kita bisa memperkuat ekonomi keluarga dari hasil kebun sendiri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lahan yang sedang dibersihkan tersebut akan ditanami ubi serta sekitar 300 bibit pisang varietas tumpangsari. Program ini digagas secara swadaya oleh para petani milenial tanpa dukungan anggaran pemerintah maupun dana desa.

Frengky menilai budaya menanam ubi yang dahulu menjadi bagian penting kehidupan masyarakat kini mulai ditinggalkan. Padahal, pangan lokal merupakan sumber pangan sehat sekaligus penopang ekonomi masyarakat di kampung-kampung.

“Kami tidak ingin kehilangan budaya pangan lokal. Kebun adalah supermarket masyarakat Papua. Dari kebun, masyarakat bisa menanam, memanen, dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” katanya.

Melalui gerakan ini, para pemuda berharap budaya bertani dapat kembali tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus menjadi solusi menghadapi tantangan ekonomi dan menjaga ketahanan pangan lokal di Kabupaten Jayawijaya.

Kegiatan pembersihan lahan masih terus berlangsung. Hasil panen yang akan diperoleh nantinya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan oleh para leluhur.(*)

 

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

FATETA UNIPA dan TEP 8 UI Dorong Pala Wondama Jadi Produk UMKM Bernilai Tambah
Sinergi TNI dan Pemkab Majalengka Hadirkan Infrastruktur Nyata untuk Masyarakat.
Harga Sirih di Pasar Sanggeng Tembus Rp700 Ribu per Kilogram
Harga Cabai Rica di Pasar Tombulilato Tembus Rp200 Ribu per Kilogram
Permudah Warga Tambun Selatan, P3DW Kabupaten Bekasi Relokasi Samsat Outlet ke Vivo Business Park
HENTIKAN PERAMPOKAN DANA PENSIUN/PENSIUNAN PROVINSI GORONTALO DIDZALIMI PEMOTONGAN KREDIT BANK BTPN/SMBC YANG TAK BERUJUNG
Kadis Koperasi Jayawijaya Dorong Kelompok Usaha Kembangkan Kopi dan Labu Sian
50 Pelaku UMKM Cibuaya, Pedes & Tirtajaya Antusias Ikuti Mentorship UMKM 2026
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 22:32

FATETA UNIPA dan TEP 8 UI Dorong Pala Wondama Jadi Produk UMKM Bernilai Tambah

Sabtu, 19 September 2026 - 22:26

Sinergi TNI dan Pemkab Majalengka Hadirkan Infrastruktur Nyata untuk Masyarakat.

Selasa, 15 September 2026 - 15:47

Harga Sirih di Pasar Sanggeng Tembus Rp700 Ribu per Kilogram

Selasa, 8 September 2026 - 18:08

Harga Cabai Rica di Pasar Tombulilato Tembus Rp200 Ribu per Kilogram

Senin, 7 September 2026 - 00:10

Permudah Warga Tambun Selatan, P3DW Kabupaten Bekasi Relokasi Samsat Outlet ke Vivo Business Park

Berita Terbaru