MANOKWARI, GARUDAPOST.ID— Harga sirih di Pasar Sanggeng, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, melonjak hingga Rp700.000 per kilogram di tengah musim kemarau panjang, Selasa (15/9/2026).
Kenaikan harga tersebut terjadi seiring berkurangnya pasokan dan pedagang yang menjual sirih. Berdasarkan pantauan di Pasar Sanggeng, hanya sekitar empat stan yang masih menjual komoditas tersebut, sementara sebagian pedagang beralih menjual pinang tanpa sirih.
Saat ini, sirih eceran dijual sekitar Rp10.000–Rp20.000 untuk tiga buah.Sementara harga setengah kilogram mencapai Rp350.000 dan seperempat kilogram sekitar Rp125.000.
Salah seorang pedagang mengatakan harga sirih mengalami kenaikan bertahap dalam sebulan terakhir. Pada Juli 2026, harga masih sekitar Rp300.000 per kilogram, kemudian meningkat menjadi Rp500.000 dan dalam sepekan terakhir mencapai Rp500.000–Rp600.000 hingga kini menembus Rp700.000.
“Sekarang harga sirih sudah Rp700.000 per kilogram. Setengah kilo Rp350.000 dan seperempat Rp125.000,” katanya.
Pedagang menyebut kenaikan harga dipengaruhi terbatasnya pasokan akibat musim kemarau. Selain itu, beredar informasi mengenai pembatasan pengiriman sirih dari Kabupaten Jayapura ke Manokwari.
Seorang warga di kawasan Pasir Putih mengaitkan kabar tersebut dengan dugaan adanya penyelundupan ganja dalam pengiriman sirih.
Namun, informasi tersebut belum terverifikasi secara independen dan belum terdapat keterangan resmi dari pihak berwenang yang memastikan adanya penyelundupan maupun pembatasan pengiriman sirih akibat kasus tersebut.
Terbatasnya pasokan kini berdampak langsung terhadap harga sirih di Pasar Sanggeng. Pedagang dan masyarakat pun harus menghadapi kenaikan harga komoditas yang selama ini menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari. [Domianus Lokobal]


























