Karawang|Garudapost.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah dinilai memberikan manfaat nyata dalam membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak sekolah. Program ini dirancang dengan menu yang mengandung nutrisi seimbang, mulai dari karbohidrat, protein, nabati, hingga buah-buahan segar.
Kepala SDN Segarjaya II, Iyan Mardiana, S.Pd., mengatakan distribusi makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama ini berjalan lancar dan tepat waktu.
“Kedatangan mobil MBG selalu tepat waktu. Biasanya pukul 07.30 WIB makanan sudah sampai di sekolah. Selama ini juga belum pernah ada komplain terkait menu yang disajikan, baik dari siswa maupun orang tua,” ujar Iyan saat ditemui di ruang kerjanya. Selasa 09/06/2026.
Menurutnya, sebelum makanan dibagikan kepada siswa, dirinya terlebih dahulu mencicipi menu yang tersedia untuk memastikan kualitas makanan yang diberikan.
“Sebelum dimakan anak-anak, saya terlebih dahulu mencicipi menu yang ada. Saat ini guru juga mendapat jatah makanan. Saya menilai dapur SPPG yang memasok ke sekolah kami sudah cukup baik karena tidak ada keluhan dari siswa maupun orang tua,” katanya.
Sementara itu, salah seorang orang tua siswa mengungkapkan bahwa secara umum kualitas makanan yang disajikan sudah baik dan mencukupi kebutuhan anak-anak selama berada di sekolah.
“Kalau menurut saya kualitas makanannya baik dan cukup membantu kebutuhan anak-anak. Hanya saja, terkadang ada beberapa menu yang membuat anak-anak merasa bosan, meskipun tidak semua siswa mengeluhkan hal tersebut,” ujarnya.
Meski demikian, berdasarkan pengamatan di lapangan, beberapa siswa diketahui kurang menyukai jenis makanan tertentu, seperti tahu dan sayuran. Akibatnya, makanan tersebut kerap tidak dihabiskan.
Kendati masih terdapat beberapa catatan terkait variasi menu, program MBG tetap mendapat apresiasi dari para orang tua karena dinilai sangat membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak.
“Untuk pemenuhan gizi, program ini sangat membantu. Harapan saya ke depan program MBG bisa berjalan lebih konsisten, baik dari segi kualitas maupun variasi menu, sehingga lebih disukai anak-anak dan tujuan peningkatan gizi dapat tercapai secara optimal,” pungkasnya.
Penulis : Suganda
Editor : Redaksi

















