Ruwat Bumi GUCI 2026,Doa Alam dan pariwisata menyatu di lereng Gunung Slamet

Selasa, 16 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEGAL,Jateng || garudapost. Id

GUCI ,Bumijawa Kabut tipis dari lereng Gunung Slamet menyambut dimulainya tradisi Ruwat Bumi Guci 2026. Di tengah gempuran pariwisata modern, masyarakat Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, justru menguatkan jati diri melalui ritual budaya yang memadukan doa, pelestarian alam, dan penggerak ekonomi kerakyatan.

Agenda tahunan yang digelar setiap bulan Muharram/Suro ini berlangsung 6 hari penuh, *12-17 Juni 2026*, di kawasan wisata pemandian air panas Guci. Rangkaiannya bukan sekadar hiburan, tapi cermin gotong royong warga, pemerintah, dan pelaku wisata menjaga harmoni manusia-alam-Sang Pencipta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari Resik Bumi Hingga Nandur Kekayon, Bukti Tegal Jaga Lingkungan
Rangkaian dibuka dengan aksi “Resik Bumi”*Sabtu 13/6/2026. Ratusan warga, pelaku wisata, komunitas lingkungan bahu-membahu membersihkan sungai dan kawasan wisata Guci.Seperti dalam Filosofinya: sungai bersih = hati bersih. Lingkungan terjaga = wujud syukur atas berkah air panas alami Guci.

Hari berikutnya, dilanjut “Nandur Kekayon”* atau penanaman pohon di titik-titik wisata. Upaya nyata menjaga ekosistem lereng Slamet sekaligus memperkuat kawasan hijau untuk generasi mendatang.

Kepala Disporapar Kabupaten Tegal Akhmad Uwes Qoroni mengapresiasi semangat warga.”Ini gambaran refleksi diri. Ruwat Bumi kami susun bukan hanya sebagai atraksi, tapi sarana kesadaran menjaga lingkungan. Ketika alam dirawat, wisatawan nyaman, ekonomi warga jalan,” ujar Uwes, Sabtu 13/6/2026.

Festival Hadroh, Dialog Budaya, Hingga Puncak Istigasah
Nuansa religius mengisi Guci lewat Festival Hadroh 30 kelompok se-Kabupaten Tegal. Tabuhan rebana dan shalawat menggema, bukti budaya-spiritual tumbuh berdampingan.

Puncaknya 15 Juni: Ziarah ke Makam Mbah Klitik para sesepuh Guci, dilanjut Istigasah & Nyiwer/Larung Sesaji di Dukuh Pekandangan, Desa Rembul & Desa Guci. Doa dipanjat agar warga & wisatawan terhindar bencana, diberi kesehatan & keberkahan.

Tradisi Penyembelihan Kambing Kendit di Gunung Kelir lalu dibagikan ke warga, simbol kuatnya gotong royong warisan leluhur.

Kirab Gunungan Hasil Bumi: Magnet Wisata + Dongkrak UMKM
Sorotan wisatawan ada di Kirab Gunungan Hasil Bumi.Gunungan berisi hasil tani warga diarak dari Dukuh Pekajangan Desa Rembul & Desa Guci menuju Kantor UPTD Guci. Ribuan pasang mata memadati jalur, menikmati simbol kemakmuran lereng Slamet.

Dampak ekonominya nyata. Hotel, homestay, pedagang kaki lima, UMKM Guci merasakan lonjakan kunjungan.

“Peningkatan kunjungan terlihat melonjak di Sabtu-Minggu. Promosi Pemkab bareng masyarakat mulai membuahkan hasil,” kata Uwes.

Pesta rakyat & hiburan tradisional menutup rangkaian 17 Juni, mempererat kebersamaan warga & wisatawan.

Pesan untuk Bupati & Pemkab Tegal: Budaya = Investasi Jangka Panjang
Ruwat Bumi Guci 2026 membuktikan 3 hal yang sejalan dengan visi pembangunan Tegal:
1. *Pelestarian Budaya*: Tradisi leluhur tidak ditinggal, justru jadi daya tarik utama.
2. *Pariwisata Berkelanjutan*: Wisata Guci tidak hanya jual air panas, tapi jual makna & kearifan lokal.
3. *Ekonomi Kerakyatan*: Event budaya langsung dirasakan UMKM & warga sekitar.

Di lereng Gunung Slamet, Guci menunjukkan: daerah kuat bukan cuma karena alam indah, tapi karena mampunya merawat tradisi & identitas.

Bagi wisatawan, datang ke Guci saat Ruwat Bumi = liburan yang menghibur dan sarat makna. Bagi Pemkab Tegal, ini bukti kolaborasi pemerintah-warga berhasil mengangkat Guci sebagai destinasi unggulan Jawa Tegah

Facebook Comments Box

Penulis : Red jateng

Editor : Red jateng

Berita Terkait

Pastikan Kegiatan Masyarakat Berjalan Lancar, Bhabinkamtibmas Desa Samsam Atensi Upacara Ngaben
Melalui Giat Strong Point Pagi, Polsek Pupuan Pastikan Aktivitas Masyarakat di Hari Penampahan Galungan Tetap Kondusif
Cegah terjadinya Kriminalitas Pada Malam Hari, Polsek Penebel Laksanakan Patroli Blue Light
Aktivis Soroti Pembangunan Jalan Lemah Duwur: Tanpa Papan Proyek Diduga Pakai Dana Talangan, Minta Audit dan Sanksi Tegas
Polres Tabanan Siap Raih Predikat Terbaik, Tim Polda Bali Lakukan Penilaian Mendadak Lomba Kebersihan Mako Hari Bhayangkara ke-80
Demi Kelancaran Lalulintas, Unit Patroli Sat Lantas Melaksanakan Pengaturan di Malam Hari
Satlantas Polres Karangasem Berikan Himbauan tertulis Bagi Pelanggaran Kasat Mata
Kurang dari 6 jam Pelaku Buang Bayi Berhasil Diamankan Polsek Denbar
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:44

Pastikan Kegiatan Masyarakat Berjalan Lancar, Bhabinkamtibmas Desa Samsam Atensi Upacara Ngaben

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:40

Melalui Giat Strong Point Pagi, Polsek Pupuan Pastikan Aktivitas Masyarakat di Hari Penampahan Galungan Tetap Kondusif

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:36

Cegah terjadinya Kriminalitas Pada Malam Hari, Polsek Penebel Laksanakan Patroli Blue Light

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:57

Ruwat Bumi GUCI 2026,Doa Alam dan pariwisata menyatu di lereng Gunung Slamet

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:13

Aktivis Soroti Pembangunan Jalan Lemah Duwur: Tanpa Papan Proyek Diduga Pakai Dana Talangan, Minta Audit dan Sanksi Tegas

Berita Terbaru