LIMBOTO,Garudapost.id – Pemerintah Kabupaten Gorontalo menegaskan komitmennya menjadikan pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045. Melalui peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42, pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memastikan setiap anak tumbuh sehat, terlindungi, cerdas, dan berkarakter.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Gorontalo Sofyan Puhi saat membuka Capacity Building Forum Anak dalam rangka Hari Anak Nasional ke-42 di Hotel Elisabeth Limboto, Kamis (22/7/2026).
Dalam kesempatan itu, terungkap enam aspirasi utama kepada pemerintah, yakni pencegahan perkawinan anak, pembentukan kawasan tanpa rokok, pemenuhan hak atas identitas anak, peningkatan bantuan pendidikan, penegakan hukum terhadap pelanggaran perlindungan anak, serta penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap anak.
Bupati Sofyan menegaskan, suara anak merupakan bagian penting dalam proses pembangunan daerah. Menurutnya, anak-anak saat ini adalah generasi yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa pada era Indonesia Emas 2045.
“Pemerintah Kabupaten Gorontalo menempatkan pembangunan kualitas manusia sebagai prioritas. Kami ingin melahirkan generasi yang berlandaskan nilai agama, berbudaya, unggul, adaptif, dan kompetitif sehingga mampu menghadapi perkembangan teknologi dan dinamika global di masa depan,” ujar Sofyan.
Ia menambahkan, pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada investasi jangka panjang melalui peningkatan kualitas pendidikan, perlindungan anak, kesehatan, serta penguatan karakter generasi muda.
Sofyan juga mengapresiasi sinergi Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas pemerintah menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak.
“Momentum Hari Anak Nasional harus menjadi pengingat bahwa masa depan daerah dan bangsa berada di tangan anak-anak kita. Karena itu, mereka harus tumbuh dalam lingkungan yang melindungi hak-haknya, memberikan ruang untuk berkembang, dan mendorong lahirnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” tandasnya.

















