LIMBOTO, garudapost.id– Pemerintah Kabupaten Gorontalo membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Program Kampung Iklim (ProKlim). Wadah ini untuk memperkuat aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat desa. Ada tiga desa, yakni limehu Timur, Talumelito, dan Buhu, ditetapkan sebagai desa percontohan.
Mengapresiasi pembentukan ProKlim di daerah ini, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi mengatakan perubahan iklim telah menjadi tantangan yang dirasakan masyarakat sehingga penanganannya membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, ProKlim menjadi instrumen untuk membangun desa yang tangguh sekaligus menjaga kualitas lingkungan hidup.
“Program ini tidak bisa dijalankan sendiri. Seluruh OPD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, perguruan tinggi, dan masyarakat harus bergerak bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” kata Sofyan saat membuka pembentukan Pokja ProKlim, Sabtu (18/7), di meeting room Lu’as Resto, Limboto.
Pembentukan Pokja menjadi bagian dari penguatan Program Kampung Iklim yang telah berjalan di Kabupaten Gorontalo sejak 2022.
Selain mendorong aksi pelestarian lingkungan, pemerintah daerah ini juga mengembangkan kemitraan melalui program kredit karbon serta budidaya nilam sebagai upaya menghubungkan perlindungan lingkungan dengan peningkatan ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Kabupaten Gorontalo, Anita Hippy, mengatakan, hingga kini terdapat 38 desa yang masuk dalam pengembangan ProKlim. Tiga desa percontohan akan mendapat pendampingan selama dua tahun melalui dukungan Program REDD+ Green Climate Fund.
Anita berharap desa percontohan mampu menjadi model bagi pengembangan Program Kampung Iklim di wilayah lain sehingga semakin banyak desa di Kabupaten Gorontalo yang menerapkan aksi nyata menghadapi perubahan iklim.

















