LIMBOTO,Garudapost.id – Ketua PGRI Kabupaten Gorontalo, Dra. Hj. Rapia Bahoea, M.Pd., menegaskan bahwa Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I PGRI Kabupaten Gorontalo Tahun 2026 merupakan momentum strategis untuk mengevaluasi program kerja, menyusun arah kebijakan organisasi, serta memperkuat kontribusi PGRI dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Gorontalo.
Hal tersebut disampaikan Rapia Bahoea saat memberikan pengantar pada pembukaan Konkerkab I PGRI Kabupaten Gorontalo yang berlangsung di Hulonthalo Meeting Room, Grand Q Hotel Gorontalo, Sabtu (18/7). Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Gorontalo, H. Sofyan Puhi, dan dihadiri ratusan guru serta jajaran pengurus PGRI dari berbagai kecamatan.
Dalam laporannya, Rapia mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 PGRI Kabupaten Gorontalo tetap mampu menjalankan berbagai program organisasi meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Program tersebut meliputi konsolidasi organisasi, pembinaan pengurus cabang, penguatan tata kelola kelembagaan, hingga membangun komunikasi yang intensif dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.
“Alhamdulillah, berbagai program organisasi dapat terlaksana berkat semangat kebersamaan, gotong royong, serta dedikasi seluruh pengurus dan anggota PGRI Kabupaten Gorontalo,” ujar Rapia.
Ia berharap sinergi antara PGRI dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus diperkuat, terutama dalam mendukung pengembangan organisasi, peningkatan kompetensi guru, serta memperjuangkan kesejahteraan dan keberlangsungan pengabdian tenaga pendidik, termasuk guru honorer sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, Konkerkab I ini diharapkan menghasilkan berbagai keputusan yang konstruktif dan menjadi pedoman organisasi dalam menjalankan program kerja lima tahun ke depan, sekaligus memperkuat peran PGRI sebagai mitra strategis pemerintah dalam memajukan dunia pendidikan.
Sementara itu, Bupati Gorontalo H. Sofyan Puhi dalam sambutannya menegaskan bahwa PGRI harus menjadi organisasi yang mampu melindungi anggotanya dalam menjalankan tugas profesional, sekaligus menjadi jembatan aspirasi antara para guru dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo untuk menyukseskan pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Fungsi PGRI sebagai tempat berlindung para guru harus dimaksimalkan. Organisasi ini juga menjadi jembatan aspirasi untuk mendukung pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas pendidikan,” tegas Sofyan.»
Bupati juga memberikan apresiasi kepada kepengurusan PGRI Kabupaten Gorontalo yang dinilai berhasil menghadirkan berbagai perubahan positif dalam tata kelola organisasi. Salah satunya melalui pembenahan sekretariat PGRI yang kini semakin representatif dan nyaman sebagai pusat aktivitas serta ruang kolaborasi bagi para guru.
Menurut Sofyan, keberadaan organisasi profesi yang kuat akan menjadi mitra penting pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Ia berharap hasil Konkerkab I mampu melahirkan program-program yang inovatif, adaptif, dan berpihak pada kemajuan pendidikan serta kesejahteraan guru di Kabupaten Gorontalo.




























