LIMBOTO ,GARUDAPOST.ID– Di tengah kemarau panjang yang mulai berdampak terhadap ketersediaan sumber air baku, Perumda Tirta Limutu Kabupaten Gorontalo menggelar Sholat Istisqa sebagai ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan, sekaligus memperkuat semangat jajaran perusahaan dalam menjaga keberlangsungan pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Salat Istisqa dilaksanakan secara berjemaah di halaman Kantor Perumda Tirta Limutu, Jumat (21/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti jajaran manajemen, karyawan dan karyawati, para purnatugas, pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta anak-anak dan pengurus Panti Asuhan Al-Hikmah Limboto.
Sholat dipimpin Imam Masjid Agung Baiturahman Limboto, Ustaz Ilham, kemudian dilanjutkan dengan khotbah dan doa bersama.
Direktur Perumda Tirta Limutu, Tomy Hendra Said, mengatakan Sholat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar bersama di tengah kondisi kemarau yang telah berlangsung lebih dari dua bulan dan mulai memberikan tekanan terhadap ketersediaan air baku.
Menurut Tomy, sejumlah sumber air baku yang menjadi penopang sistem pelayanan Perumda Tirta Limutu mengalami penurunan debit. Kondisi tersebut mendorong perusahaan melakukan berbagai langkah agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
“Seperti di IPA Biyonga, penurunan debit sudah mendekati 30 persen. Kondisi serupa juga mulai dirasakan di wilayah Tabongo, Dungaliyo, Bilihutu, dan Tamaila,” ujar Tomy.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus dihadapi secara bersama-sama. Karena itu, Perumda Tirta Limutu terus berupaya menjaga kontinuitas pelayanan, sekaligus memperkuat komunikasi dengan masyarakat dan pelanggan.
Menurutnya, komunikasi menjadi hal penting agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai kondisi sumber air baku, pola distribusi, serta langkah-langkah yang dilakukan perusahaan dalam menghadapi keterbatasan air.
“Kita harus terus berkomunikasi dengan pelanggan, memberikan pemahaman mengenai kondisi alam yang sedang kita hadapi, sekaligus menyampaikan langkah dan solusi yang kita lakukan untuk menutupi defisit distribusi air bersih secara bertahap,” tegasnya.
Dampak kemarau, lanjut Tomy, juga mulai dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Pihak manajemen menerima laporan dari warga Desa Tabumela mengenai menurunnya kualitas air sumur suntik yang mulai berbau akibat kemarau panjang.
Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap pasokan air bersih melalui armada mobil tangki juga mengalami peningkatan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Perumda Tirta Limutu. Perusahaan berkomitmen untuk terus bergerak sesuai kemampuan yang dimiliki, baik melalui penguatan koordinasi, pengaturan distribusi, maupun pelayanan bantuan air bersih bagi wilayah yang membutuhkan.
“Ini menjadi perhatian kita bersama. Kondisi alam seperti ini membutuhkan kerja sama, komunikasi, dan langkah cepat agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” katanya.
Tomy menegaskan, Sholat Istisqa bukan sekadar momentum untuk berdoa, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh insan Perumda Tirta Limutu bahwa pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas, terlebih dalam situasi sulit seperti kemarau panjang.
Ia berharap, doa yang dipanjatkan bersama menjadi bagian dari ikhtiar untuk mendapatkan hujan yang membawa manfaat bagi masyarakat dan daerah.
“Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kita hujan yang membawa manfaat, sekaligus memberikan kekuatan, kesehatan, dan kemudahan kepada kita semua dalam mengatasi kondisi ini,” pungkasnya.
Usai Sholat IIstisqa dan khotbah, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan doa dan sholawat bersama yang dipusatkan di ruang mushola Kantor Perumda Tirta Limutu.

























