GARUDAPOST.ID Tuban, 21 Agustus 2026 — Kabar kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan membawa duka sekaligus keprihatinan mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia. Asap tebal yang menyelimuti hutan-hutan di sana bukan sekadar kabar jauh, melainkan panggilan hati untuk bersatu, berdoa, dan saling mengulurkan tangan. Semangat kepedulian itu kini mengalir kuat di lingkungan SMAN 1 Rengel, Tuban, di bawah pimpinan Kepala Sekolah Ibu Titis Asmarani, S.Pd., M.M.
Di tengah keterbatasan jarak dan waktu, Ibu Titis Asmarani mengajukan seluruh warga sekolah — guru, staf tata usaha, hingga para siswa — untuk menyatukan doa dan kepedulian. “Apa yang terjadi di Kalimantan adalah luka bagi kita semua. Hutan adalah paru-paru bumi, dan ketika ia terbakar, seluruh dunia ikut merasakan dampaknya. Jarak bukan alasan untuk diam. Mari kita tunjukkan bahwa kasih sayang dan persaudaraan tidak dibatasi tempat,” ujar Ibu Titis di hadapan seluruh siswa saat kegiatan doa bersama di halaman sekolah, Jum’at (21/8/26).
Dengan tema “Pray for Kalimantan”, kegiatan yang digagas sekolah ini bukan sekadar seremonial. Berawal dari keinginan tulus untuk merasakan apa yang dirasakan saudara-saudara di Kalimantan, seluruh warga sekolah berkumpul dalam kesederhanaan: menunduk sejenak, memejamkan mata, dan memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar segera diangkat musibah ini. Mereka berdoa semoga hutan yang terbakar segera padam, para warga yang terdampak diberikan kekuatan dan perlindungan, serta para petugas yang berjuang di garis depan pemadaman senantiasa dijaga keselamatannya.
Para siswa tampak menyimak dengan haru. Beberapa di antaranya menuliskan pesan dukungan dan harapan di atas kertas warna-warni, yang kemudian disusun membentuk tulisan besar “Kami Bersamamu Kalimantan” — sebuah simbol bahwa meski berada di Tuban, Jawa Timur, hati mereka menyatu dengan saudara sebangsa di seberang pulau.
Ibu Titis Asmarani menambahkan, kepedulian ini juga menjadi pelajaran hidup yang tak ternilai bagi para siswa. “Kami tidak hanya mencetak generasi yang pintar secara akademik, tetapi juga generasi yang punya hati, yang peka terhadap lingkungan dan sesama. Kebakaran hutan ini juga mengingatkan kita untuk lebih menjaga alam di mana pun kita berada, karena kerusakan alam akan kembali kepada kita semua,” tegasnya.
Selain berdoa bersama, SMAN 1 Rengel juga membuka jalan bagi bentuk kepedulian nyata lainnya, mulai dari kampanye hemat energi hingga rencana penggalangan dana sederhana yang akan disalurkan bagi warga terdampak. Langkah kecil ini diharapkan menjadi cahaya yang menyebar, mengajak lebih banyak orang untuk tidak acuh pada kerusakan alam.
Asap kebakaran memang mungkin tak terlihat dari sini, namun kepedulian tidak mengenal batas pulau. Semoga api di Kalimantan segera padam, semoga hutan-hutan hijau tumbuh kembali, dan semoga persaudaraan sesama anak bangsa senantiasa terjalin erat.PRAY FOR KALIMANTAN DARI HATI SMAN 1 RENGEL,TUBAN. Penulis- Dede

























