PULUBALA, Garudapost.Id — Upaya deteksi dini dan pencegahan malaria terus diperkuat di Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo. Puskesmas Pulubala bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta PKK kecamatan dan desa melaksanakan kegiatan tracking malaria di Dusun Pilomba, Desa Mulyonegoro, Rabu, 30 September 2026.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan penanganan kasus malaria bersama Bupati Gorontalo dan stakeholder terkait, yang kemudian diperkuat melalui hasil Mini Lokakarya (Minlok) Lintas Sektor Triwulan III Puskesmas Pulubala. Hasil pertemuan dan evaluasi tersebut menjadi dasar untuk memperkuat pelacakan, pemeriksaan, serta deteksi dini terhadap potensi penularan malaria di tengah masyarakat, khususnya di wilayah yang menjadi sasaran tracking.
Kepala Puskesmas Pulubala, Alham Hasan, menyampaikan bahwa sebanyak 59 orang mengikuti tracking sekaligus pemeriksaan kesehatan dalam kegiatan tersebut.
Dari jumlah itu, terdapat empat orang pekerja tambang yang turut menjadi sasaran pemeriksaan. Hasil pemeriksaan menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT) malaria menunjukkan tidak ditemukan kasus positif pada seluruh pekerja tambang yang diperiksa.
“Dari 59 orang yang dilakukan tracking dan pemeriksaan, hasil RDT malaria seluruhnya negatif. Ini menjadi bagian penting dari upaya deteksi dini dan pencegahan penularan malaria,” ujar Alham Hasan.
Selain pemeriksaan malaria, petugas juga melakukan pemeriksaan kesehatan lainnya. Hasil pemeriksaan menunjukkan 57 orang memiliki kadar gula darah sewaktu (GDS) dalam kondisi normal, sementara 20 orang teridentifikasi mengalami hipertensi dan selanjutnya menjadi bagian dari perhatian dalam pemantauan kesehatan masyarakat.
Camat Pulubala, Rahman Menu, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara Puskesmas Pulubala, Pemerintah Kecamatan Pulubala, pemerintah desa, serta PKK Kecamatan dan Desa dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat.
Menurutnya, tracking malaria tidak hanya menjadi langkah untuk menemukan kasus secara dini, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Rahman juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah terlibat. Kolaborasi seperti ini penting untuk menjaga kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit di tingkat desa,” ungkapnya.
Kegiatan tracking di Dusun Pilomba diharapkan dapat terus diperkuat secara berkelanjutan, sejalan dengan hasil evaluasi dan rekomendasi Minlok Triwulan III, sehingga potensi kasus malaria maupun masalah kesehatan lainnya dapat diketahui lebih awal dan segera ditindaklanjuti.



















