Garudapost.id-Langgur/Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Hal ini dibuktikan melalui keberhasilan kelompok tani Warga Binaan yang sukses memanen sebanyak 24 kilogram sayur kangkung segar dari lahan asimilasi blok dalam Lapas, Jumat (02/10).
Seluruh proses budidaya, mulai dari tahap penggemburan tanah, pembibitan, perawatan harian, hingga masa panen, dikelola secara mandiri oleh para warga binaan dengan pendampingan melekat dari petugas Lapas.
Kepala Seksi Binadik dan Giatja Lapas Tual, Iswan Ternate, menyampaikan bahwa program agrobisnis ini merupakan bagian penting dari pembinaan kepribadian dan kemandirian. Melalui aktivitas bercocok tanam ini, para warga binaan dibekali nilai-nilai positif untuk masa depan mereka.
“Melalui kegiatan pertanian ini, Warga Binaan belajar tentang kedisiplinan, proses, dan kerja keras. Kami berharap keterampilan agrobisnis yang mereka dapatkan di sini menjadi bekal produktif dan bernilai ekonomis saat mereka kembali ke masyarakat nanti,” ujar Iswan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja) Lapas Tual, L. Laitera, menjelaskan bahwa hasil panen yang melimpah ini merupakan buah dari penerapan teknik budidaya yang konsisten dan baik.
“Sayur kangkung yang dipanen hari ini memiliki kualitas yang sangat baik dan segar karena dirawat secara rutin dengan menggunakan pupuk organik. Sebagian besar dari 24 kilogram hasil panen ini akan langsung disalurkan untuk memenuhi kebutuhan gizi dapur Lapas. Sementara itu, sisanya akan dipasarkan atau dimanfaatkan untuk kebutuhan internal Lapas,” pungkas Laitera.
Melalui keberhasilan panen sayuran yang berjalan rutin ini, Lapas Kelas IIB Tual membuktikan diri mampu bertransformasi menjadi pusat pelatihan kerja. Program ini diharapkan dapat terus mengikis stigma negatif dan mencetak individu yang mandiri, produktif, serta siap berkontribusi positif di tengah masyarakat.



















