LIMBOTO, garudapost.Id– Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Gorontalo, Rapia Bahuwa, menegaskan pentingnya konsolidasi organisasi dan penguatan struktur PGRI hingga ke tingkat cabang. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Konferensi Khusus PGRI Kabupaten Gorontalo Tahun 2026 sekaligus Pembentukan PGRI Cabang Khusus SMA dan Pendidikan Khusus (Diksus) Masa Bakti V (2025–2030) di Gedung PGRI Kabupaten Gorontalo, Kamis (8/10/2026).
Dalam sambutannya, Rapia menekankan bahwa pembentukan cabang khusus ini bukan sekadar agenda formalitas pengisian struktur kepengurusan, melainkan langkah nyata untuk memastikan pelayanan, perlindungan, dan perjuangan aspirasi guru berjalan lebih efektif dan responsif.
“PGRI adalah rumah besar kita bersama. Forum ini adalah bagian dari konsolidasi untuk memastikan tidak ada guru yang merasa berjalan sendiri. Kita ingin PGRI hadir memberi ruang bagi anggota untuk bersatu, berkembang, dan terlindungi,” ujar Rapia di hadapan jajaran pengurus, pimpinan MKKS, kepala sekolah, dan utusan guru se-Kabupaten Gorontalo.
Rapia juga menginstruksikan agar seluruh jajaran pengurus di setiap tingkatan menjabarkan 10 Program Mandatory Pengurus Besar PGRI yang diselaraskan dengan arah pembangunan daerah. Menurutnya, visi PGRI di tingkat kabupaten hingga cabang harus searah dengan visi daerah, yakni “Pendidikan PGRI Berkemajuan dan Berkelanjutan”.
Beberapa poin strategis yang menjadi instruksi utama Ketua PGRI Kabupaten Gorontalo kepada pengurus cabang khusus yang akan terpilih meliputi:
* Transformasi dan Digitalisasi: Mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan administrasi, pelayanan anggota, dan komunikasi organisasi.
* Pendataan Keanggotaan Terintegrasi: Melakukan verifikasi dan pendataan akurat bagi seluruh guru SMA dan SLB di wilayah Kabupaten Gorontalo.
* Akuntabilitas Keuangan: Menerapkan tata kelola iuran anggota secara transparan dan tertib administrative.
* Partisipasi Aktif: Mempersiapkan kontribusi penuh anggota dalam menyongsong peringatan HUT ke-81 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2026.
Lebih lanjut, Rapia mengingatkan agar pengurus yang terpilih nantinya tidak sekadar menjadi figur di atas kertas, tetapi mampu turun langsung menyapa dan memperjuangkan kepentingan anggota.
“Organisasi harus hadir di tengah-tengah anggota, bukan sebaliknya. Jangan jadikan konferensi ini ruang untuk mencari siapa yang kuat, tetapi jadikanlah sebagai tempat menemukan siapa yang paling siap mengabdi dan bekerja demi kemajuan profesi guru,” tegasnya.
Kegiatan konferensi khusus tersebut dibuka resmi oleh Camat Limboto, Rizal Botutihe, serta dihadiri Pembina PGRI Kabupaten Gorontalo Drs. Jhon Rahman,Ketua MKKS SMA/Diksus Ahmad Sutu, S.Pd., M.Pd. dan jajaran kepala SMA/SLB se-Kabupaten Gorontalo.

















