Garudapost.id-Saparua/Kanwil Ditjenpas Maluku, Lapas Kelas III Saparua kembali memanen 30 ikat kangkung dari kebun belakang lapas untuk mendukung program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan produktif, Senin (12/10/2026).
Panen kedua ini dilakukan pada lahan seluas 2,5 bedeng kangkung dari 11 bedeng yang ditanam dengan metode tumpang sari bersama kacang panjang. Kegiatan tersebut diikuti Kasubsi Pembinaan Florianty Talakua, Peserta Magang Kementerian Ketenagakerjaan, warga binaan tamping kebun, staf pegawai, serta petugas pengamanan Karupam I, F. Matatula.
Dari total hasil panen, sebanyak 10 ikat kangkung dialokasikan untuk kebutuhan dapur lapas, sedangkan 20 ikat lainnya dijual. Hasil tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan sekaligus mendukung produktivitas kebun di lingkungan lapas.
Kalapas Kelas III Saparua, Pramuaji Buamonabot, mengatakan kegiatan pertanian akan terus didorong melalui pengelolaan lahan dan perawatan tanaman secara berkelanjutan.
“Harapannya, kebun ini terus menghasilkan sehingga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan di lapas. Kami akan terus mendorong perawatan tanaman agar lahan yang tersedia tetap produktif,” ujarnya.
Kasubsi Pembinaan, Florianty Talakua, menjelaskan bahwa panen kali ini merupakan kelanjutan dari panen sebelumnya. Pada lahan seluas 2,5 bedeng tersebut, kangkung ditanam bersama kacang panjang untuk mengoptimalkan pemanfaatan area kebun.
“Panen kali ini menghasilkan 30 ikat kangkung dari 2,5 bedeng. Kami juga tetap merawat tanaman kacang panjang yang ditanam bersama kangkung pada seluruh bedeng yang ada agar keduanya dapat tumbuh dengan baik,” jelasnya.
Peserta Magang Kemnaker, Kiflan Afrizal Maruapey mengatakan panen kedua ini menjadi hasil dari proses yang telah diikuti bersama rekan-rekannya sejak tahap pembibitan.
“Ini panen kedua kami. Saya dan teman-teman yang mengikuti perkembangan tanaman sejak pembibitan merasa puas melihat hasilnya kali ini. Dari awal ditanam sampai bisa dipanen, kami ikut menyaksikan prosesnya,” ujarnya.
Sementara itu, warga binaan tamping kebun berinisial M.S. menjelaskan bahwa pekerjaan di kebun tetap berlanjut setelah kangkung dipanen, terutama untuk merawat tanaman kacang panjang yang masih tumbuh di bedeng yang sama.
“Setelah kangkung dipanen, kami tetap mengurus tanaman yang masih ada. Di bedeng ini masih ada kacang panjang yang perlu dirawat, jadi pekerjaan ini masih tetap berlanjut,” ucapnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas III Saparua terus mengoptimalkan lahan pertanian untuk menghasilkan sayuran yang dapat dimanfaatkan bagi kebutuhan pangan. Penanaman dan perawatan secara berkelanjutan dilakukan agar lahan kebun tetap produktif dan menghasilkan panen berikutnya.


















