Garudapost.id-Ambon/Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon terus memperkuat pelayanan kesehatan bagi tahanan dan warga binaan melalui kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan screening Tuberkulosis (TBC) yang bekerja sama dengan Puskesmas Nania, Kota Ambon. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Oktober 2026, ini difokuskan pada deteksi dini penyakit menular sebagai upaya menjaga kesehatan serta mencegah risiko penyebaran penyakit di lingkungan Rutan Ambon. Kamis (15/10)
Pelaksanaan kegiatan ini menjadi semakin penting di tengah kondisi udara di Kota Ambon yang terdampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Paparan asap dapat mengganggu kesehatan saluran pernapasan, sehingga diperlukan kewaspadaan dan upaya pencegahan untuk menjaga kondisi kesehatan, khususnya bagi kelompok yang tinggal di lingkungan hunian bersama. Kondisi tersebut juga menjadi pengingat akan pentingnya perhatian terhadap kesehatan pernapasan, termasuk melalui pemeriksaan dan deteksi dini penyakit TBC.
Meski paparan asap dan TBC merupakan dua hal yang berbeda, keduanya berkaitan dengan kesehatan sistem pernapasan. TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang dapat menular melalui udara, sedangkan asap kebakaran dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memperburuk gangguan pernapasan yang telah ada. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan dan screening TBC menjadi salah satu langkah penting untuk mengidentifikasi potensi penyakit sejak dini sekaligus mendukung upaya pencegahan dan penanganan sesuai prosedur medis.
Dokter Rutan Ambon, dr. Edwina, menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan dan screening TBC merupakan langkah preventif untuk memantau kondisi kesehatan tahanan dan warga binaan sekaligus mengidentifikasi potensi penyakit menular sejak dini. Menurutnya, kondisi lingkungan yang dapat memengaruhi kesehatan pernapasan semakin menegaskan pentingnya pemantauan kesehatan secara berkala.
“Deteksi dini sangat penting untuk mengetahui potensi penyakit menular sehingga dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur medis. Di tengah kondisi udara yang kurang baik akibat paparan asap, kami juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan pernapasan. Melalui kegiatan ini, kami berupaya memastikan tahanan dan warga binaan mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan, termasuk screening TBC, serta pemeriksaan terkait penyakit menular lainnya,” jelas dr. Edwina.
Dalam pelaksanaannya, petugas kesehatan Rutan Ambon menggandeng Puskesmas Nania sebagai jejaring pelayanan kesehatan untuk mendukung kegiatan CKG dan screening TBC. Sebanyak 95 orang yang terdiri dari tahanan dan narapidana menjalani pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi penyakit menular, termasuk HIV dan sifilis. Sementara itu, sebanyak 30 orang menjalani pengambilan sampel sputum atau dahak sebagai bagian dari screening TBC.
Dokter Puskesmas Nania, dr. Stephannie, menyampaikan bahwa keterlibatan pihaknya dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap peningkatan derajat kesehatan tahanan dan warga binaan. Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan dan screening penyakit menular berperan penting dalam membantu mendeteksi potensi masalah kesehatan serta menentukan tindak lanjut yang diperlukan berdasarkan hasil pemeriksaan.
“Melalui kegiatan ini, kami mendukung upaya deteksi dini penyakit menular, khususnya TBC, serta pemeriksaan kesehatan terkait HIV dan sifilis. Kondisi kesehatan pernapasan perlu mendapatkan perhatian, terlebih ketika terdapat paparan asap di lingkungan sekitar. Kami berharap sinergi dengan Rutan Ambon dapat terus berlanjut sehingga pelayanan kesehatan semakin optimal dan setiap indikasi penyakit dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur medis,” ungkap dr. Stephannie.
Salah satu warga binaan, Marzuki, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dan screening TBC yang diselenggarakan oleh Rutan Ambon bersama Puskesmas Nania. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk memeriksakan kondisi kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan selama menjalani masa pembinaan.
“Saya merasa terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan ini karena kami bisa mendapatkan perhatian dan pelayanan dari petugas kesehatan. Apalagi kesehatan pernapasan perlu dijaga, terutama ketika udara sedang berasap. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan agar kondisi kesehatan kami tetap terpantau dan kami semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan,” ungkap Marzuki.
Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Meta Putra, menegaskan bahwa pemenuhan hak kesehatan tahanan dan warga binaan menjadi salah satu perhatian utama dalam penyelenggaraan pelayanan pemasyarakatan. Menurutnya, kerja sama dengan fasilitas pelayanan kesehatan merupakan langkah penting untuk mendukung pemeriksaan secara berkala dan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular.
Kami terus berupaya memastikan tahanan dan warga binaan memperoleh pelayanan kesehatan yang layak. Melalui kolaborasi dengan Puskesmas Nania, kami berharap upaya deteksi dini dapat berjalan lebih optimal. Kami juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan pernapasan, sehingga upaya pencegahan penyakit dapat dilakukan secara bersama-sama,” ujar Meta Putra.
Pelaksanaan kegiatan selama tiga hari ini menjadi wujud sinergi antara Rutan Ambon dan Puskesmas Nania dalam mendukung pencegahan serta pengendalian penyakit menular. Melalui pemeriksaan kesehatan dan pengambilan sampel dahak, peserta yang menjalani screening diharapkan dapat memperoleh tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan dan kebutuhan medis.
Rutan Ambon berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan melalui pemantauan kondisi kesehatan, edukasi, serta koordinasi dengan instansi kesehatan terkait. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran tahanan dan warga binaan mengenai pentingnya deteksi dini penyakit, menjaga kesehatan pernapasan, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan Rutan.


















