KARAWANG, Garudapost.id – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Karawang digelar dengan cara yang istimewa dan penuh keberkahan. Tidak hanya menggelar apel akbar, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang untuk mengkhatamkan Al-Qur’an serentak di kantor masing-masing.
Instruksi tersebut disampaikan Bupati Aep saat menghadiri acara akbar *Karawang Bersholawat* bersama Maulana *Al-Habib Muhammad Luthfi bin Yahya* dari Pekalongan, di Karawang, Rabu (21/10/2026) malam.
> “Saya sudah menginstruksikan kepada seluruh OPD agar mengkhatamkan Al-Qur’an di kantor masing-masing. Ini ikhtiar kita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mudah-mudahan Karawang dan Indonesia yang kita cintai senantiasa berada dalam keberkahan-Nya,” ujar Bupati Aep dengan penuh khidmat.
Menurut Bupati, penguatan nilai-nilai keagamaan di lingkungan pemerintahan adalah sebuah keharusan. Khataman Qur’an bukan sekadar ritual, melainkan ikhtiar spiritual untuk membangun jiwa aparatur yang bersih, berintegritas, dan membangun budaya kerja yang berlandaskan nilai-nilai religius.
“Khataman Al-Qur’an ini menjadi ikhtiar kita untuk memperkuat keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, termasuk bagi seluruh aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tuturnya.

*540 Pesantren Jadi Pilar Moral Karawang*
Lebih jauh, Bupati Aep menegaskan bahwa peringatan Hari Santri 2026 menjadi momentum emas untuk kembali meneguhkan peran sentral pesantren dalam pembangunan karakter bangsa.
Ia menyebut, Kabupaten Karawang memiliki potensi luar biasa dengan *sekitar 540 pondok pesantren* yang tersebar di seluruh kecamatan. Pesantren-pesantren tersebut selama ini telah menjadi pilar utama dalam pendidikan agama, pembentukan karakter, dan penanaman nilai-nilai moral bagi generasi muda.
“Pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda dan menjaga nilai-nilai keagamaan di tengah derasnya arus modernisasi. Karena itu, keberadaan pesantren harus terus kita dukung, kita kuatkan, dan kita banggakan,” katanya.
Bupati Aep juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Agama Kabupaten Karawang yang terus bersinergi dalam pengembangan pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan dan pusat pembinaan generasi muda.
Di akhir sambutannya, Bupati Aep berharap semangat Hari Santri tidak berhenti pada peringatan seremonial, melainkan menjadi nafas dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pesantren, masyarakat, maupun di dalam roda pemerintahan.
“Semoga semangat keagamaan terus tumbuh subur dan menjadi bagian dari kehidupan kita. Dari lisan yang melantunkan ayat suci, lahirlah Karawang yang Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur,” pungkasnya.
Penulis : Kevin
Editor : Redaksi Jabar

















