Pintu Tol Paduraksa Jadi Harapan Baru,Rizal Bawazier Dorong Konektivitas Pemalang Hingga Banyumas

Senin, 26 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang -Jateng||garudapost.id

Harapan membuka akses transportasi yang lebih cepat bagi masyarakat Pemalang selatan mulai menemukan jalan. Usulan pembangunan pintu tol baru di kawasan Paduraksa–Sewaka, Kabupaten Pemalang, kini memasuki pembahasan di tingkat pemerintah pusat. Jika terealisasi, akses ini berpotensi memperlancar distribusi logistik sekaligus memperkuat konektivitas menuju Banyumas Raya dan sejumlah daerah di sekitarnya.

Usulan pembukaan gerbang tol di KM 306–307 tersebut dibawa langsung Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKS, H. Rizal Bawazier, dalam rapat koordinasi strategis bersama Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini menjadi upaya menjawab persoalan aksesibilitas yang selama ini dirasakan masyarakat Pemalang selatan. Jarak menuju gerbang tol eksisting dinilai masih menjadi kendala, terutama bagi mobilitas warga, perjalanan antardaerah, serta distribusi barang dan kebutuhan logistik.

Rizal Bawazier menegaskan, usulan pintu tol Paduraksa bukan semata-mata pembangunan infrastruktur fisik. Lebih dari itu, akses baru tersebut diharapkan mampu memangkas hambatan perjalanan dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.

“Ini bukan sekadar membangun fisik pintu tol, melainkan membongkar keterisolasian akses. Kehadiran gerbang baru ini diharapkan memberi nilai efisiensi nyata, memperlancar lalu lintas barang maupun penumpang secara lebih luas,” tegas Rizal,pada Minggu ( 25/10 ).

Apabila terealisasi, gerbang tol di kawasan Paduraksa–Sewaka diproyeksikan memberikan manfaat yang melampaui wilayah Kabupaten Pemalang. Konektivitas tersebut berpotensi mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik menuju Purbalingga, Banyumas, Tegal bagian selatan, hingga Cilacap.

Bagi pelaku usaha, akses yang lebih dekat ke jaringan Tol Trans Jawa berpotensi menekan waktu perjalanan dan meningkatkan efisiensi pengiriman barang. Sementara bagi masyarakat, keberadaan gerbang tol baru diharapkan mempermudah perjalanan antardaerah serta membuka peluang ekonomi baru.

Efek berantai inilah yang menjadi salah satu alasan pentingnya usulan tersebut diperjuangkan. Infrastruktur yang terhubung dengan baik dapat menjadi penopang aktivitas perdagangan, pergerakan tenaga kerja, dan pertumbuhan pusat-pusat ekonomi di kawasan selatan Jawa Tengah.

Meski membuka harapan baru, realisasi pintu tol Paduraksa belum dapat dipastikan. Usulan tersebut masih harus melewati tahapan evaluasi dan kajian sesuai mekanisme pembangunan jalan tol nasional.
Pemerintah melalui kementerian dan instansi terkait perlu mengkaji sejumlah aspek, mulai dari kelayakan teknis dan konstruksi, keselamatan lalu lintas, potensi bangkitan kendaraan, kepastian status lahan, hingga dampak lingkungan dan sosial terhadap jaringan jalan di sekitarnya.
Seluruh kajian tersebut menjadi bagian penting untuk menentukan apakah pembangunan gerbang tol baru layak dilaksanakan dan dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Pertemuan bersama Ditjen Bina Marga menjadi langkah awal untuk membawa aspirasi masyarakat ke dalam pembahasan infrastruktur di tingkat pusat.

Keputusan akhir tetap bergantung pada hasil evaluasi pemerintah, kesesuaian dengan rencana jaringan jalan tol, serta kelayakan teknis dan ekonomi.
Kini, masyarakat Pemalang selatan menanti kelanjutan proses tersebut. Harapannya, usulan pintu tol KM 306–307 Paduraksa tidak berhenti sebagai wacana, tetapi dapat berkembang menjadi solusi nyata untuk mempercepat konektivitas, memperlancar arus logistik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah.

Jika terealisasi, pintu tol Paduraksa berpotensi menjadi akses strategis yang mendekatkan Pemalang selatan dengan pusat-pusat aktivitas ekonomi di Banyumas Raya dan kawasan sekitarnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Ragil

Editor : Red jateng

Berita Terkait

Implementasi Nol Besar, LPKSM-YKM Pemalang Desak PNM Mekaar Daerah Segera Eksekusi Penurunan Bunga 8% Jaminan Presiden
Cegah Barang Terlarang Masuk Rutan Kelas 1 Jakpus,Dua Pegawai Diganjar Penghargaan atas Kinerja Gemilang
Nyawa Jadi Taruhan di Jalan Raya! Kecelakaan di Jateng Naik 28 Persen, Operasi Patuh Candi Dimulai
KANG WAHIDIN, PEMUDA PIMPINAN MAJELIS IRPESO YANG MENCETAK SEJARAH MELALUI TABLIGH AKBAR PERTAMA DI DUSUN BENGLE
PCNU Karawang Bersama Ponpes Al-Baghdadi Gelar Haul Akbar 2026, Hadirkan Prof. Said Aqil Siroj
Perdana Ikuti Lomba LTUB, SMPN 8 Karawang Barat Tanamkan Disiplin dan Nasionalisme Siswa
Polres Tegal Usut Tuntas Kasus Dugaan Pencabulan Balita di Dukuhwaru, Jerat Pelaku dengan KUHP Baru
Proyek Revitalisasi TK Pertiwi Siremeng Senilai Rp.532 Juta Disorot, Material Dan Progres Pekerjaan Jadi Perhatian
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:10

Implementasi Nol Besar, LPKSM-YKM Pemalang Desak PNM Mekaar Daerah Segera Eksekusi Penurunan Bunga 8% Jaminan Presiden

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:21

Cegah Barang Terlarang Masuk Rutan Kelas 1 Jakpus,Dua Pegawai Diganjar Penghargaan atas Kinerja Gemilang

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:17

Nyawa Jadi Taruhan di Jalan Raya! Kecelakaan di Jateng Naik 28 Persen, Operasi Patuh Candi Dimulai

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:00

Pintu Tol Paduraksa Jadi Harapan Baru,Rizal Bawazier Dorong Konektivitas Pemalang Hingga Banyumas

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:55

KANG WAHIDIN, PEMUDA PIMPINAN MAJELIS IRPESO YANG MENCETAK SEJARAH MELALUI TABLIGH AKBAR PERTAMA DI DUSUN BENGLE

Berita Terbaru