GARUDAPOST | TOBA – Keteladanan pemimpin dan kualitas pelayanan menjadi kunci penting dalam menjaga kesetiaan jemaat terhadap gereja. Pemimpin gereja tidak cukup hanya mampu berkhotbah, tetapi juga harus menunjukkan kerendahan hati serta menghadirkan pelayanan yang dirasakan manfaatnya oleh jemaat dan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, saat menghadiri Seminar Kepemimpinan Gereja bertema “Pemimpin yang Menjadi Teladan” di Aula Hotel Barita Land, Balige, Selasa (27/10/2026).
Dalam sambutannya, Audi menyoroti fenomena sejumlah gereja di Eropa yang ditinggalkan jemaatnya, bahkan beralih fungsi. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bahan refleksi bagi para pemimpin gereja untuk terus mengevaluasi pelayanan agar tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan jemaat.
Ia menegaskan, setiap orang mengharapkan pemimpin yang dapat menjadi teladan, termasuk dalam kehidupan bergereja. Keteladanan dinilai penting untuk membangun kepercayaan sekaligus menghindarkan pemimpin dari penilaian negatif umat.
“Kami pikir ini yang mau dibangun dalam kegiatan hari ini agar kita terbebas dari penilaian negatif oleh umat kita sendiri,” ujar Audi.
Ia juga menjelaskan bahwa kepemimpinan gereja memiliki karakteristik berbeda dengan kepemimpinan pemerintahan. Jika pemerintah memiliki perangkat peraturan untuk mengatur masyarakat, gereja lebih mengandalkan keteladanan dan kesadaran jemaat dalam menjalani kehidupan beriman.
“Gereja tidak punya alat untuk mengharuskan jemaat tunduk. Beda dengan lembaga negara. Pemerintah punya alat melalui peraturan. Maka apa yang dapat dilakukan oleh gereja agar jemaat tetap setia? Salah satunya adalah menjadi teladan di tengah jemaat dan masyarakat,” katanya.
Selain keteladanan, Audi menekankan pentingnya menghadirkan pelayanan yang menarik dan bermakna bagi jemaat.
“Selain menjadi teladan, pemimpin gereja juga diharapkan mampu memberi hal yang menarik bagi jemaat,” lanjutnya.
Senada dengan itu, Ketua Badan Kerja Sama Antar Gereja (BKAG) Kabupaten Toba, Pdt. Marganda Lubis, mengingatkan para pemimpin dan gembala gereja agar senantiasa mengedepankan kerendahan hati dalam menjalankan pelayanan.
“Jangan ada yang menyombongkan diri. Mari kita tundukkan hati kita yang melekat pada Kristus untuk keteladanan. Bukan hanya pintar berkhotbah, tetapi masyarakat harus melihat kerendahan hati kita,” ungkapnya.
Sementara itu, Pdt. Mangaranap Sinaga, S.Th., M.Th., bersama jajaran panitia menyampaikan bahwa keteladanan seorang hamba Tuhan tidak hanya ditunjukkan saat berdiri di mimbar, tetapi juga melalui tindakan nyata dan kepedulian terhadap kehidupan masyarakat.
Ia berharap, melalui seminar tersebut, para pemimpin gereja semakin memperkuat kerja sama dan mengambil peran dalam mendukung kemajuan Kabupaten Toba.
“Bagaimana agar Kabupaten Toba yang kita cintai ini maju dengan bergandengan tangan,” ujarnya.
Seminar ini menghadirkan Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (Bamagnas) Sumatera Utara, Pdt. Dr. Ruben Yonatan Silalahi, M.Th., sebagai narasumber. Kegiatan tersebut diikuti para pemimpin gereja dari berbagai denominasi.
Melalui seminar ini, keteladanan, kerendahan hati, dan pelayanan yang menyentuh kehidupan masyarakat diharapkan menjadi landasan bagi para pemimpin gereja dalam memperkuat kepercayaan jemaat sekaligus membangun kehidupan sosial yang harmonis di Kabupaten Toba.
(MC Toba)
Penulis : Tomuan S
Editor : S Tarigan
Sumber Berita: MC TOBA















