Pemalang – Jawatengah||garudapost.id-
Ibadah yang khusyuk berawal dari kesiapan hati dan didukung sarana ibadah yang tepat. Demi memastikan umat Islam dapat menjalankan salat dengan tenang dan nyaman, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pemalang menggandeng Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pemalang untuk melakukan pengukuran arah kiblat, Jumat (30/10)
Kegiatan tersebut melibatkan tiga petugas Kemenag Kabupaten Pemalang. Pengukuran dilakukan untuk memastikan ketepatan arah kiblat di tempat ibadah lingkungan Rutan Pemalang, sehingga pelaksanaan salat bagi petugas maupun Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dapat berlangsung dengan lebih mantap dan khusyuk.
Langkah ini bukan sekadar memastikan arah menghadap saat salat, tetapi juga menjadi bagian dari perhatian Rutan Pemalang terhadap pemenuhan kebutuhan spiritual warga binaan. Di balik tembok tahanan, pembinaan keagamaan tetap menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran diri, memperkuat keimanan, dan menumbuhkan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.Dalam pelaksanaannya, petugas Kemenag melakukan pengukuran dan pengecekan arah kiblat menggunakan metode serta peralatan yang sesuai. Melalui proses tersebut, diharapkan arah kiblat di tempat ibadah Rutan Pemalang dapat dipastikan ketepatannya.
Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Pemalang, Akbar Priambodo, menegaskan bahwa pemenuhan sarana ibadah merupakan bagian dari upaya mendukung pembinaan kepribadian warga binaan, khususnya melalui kegiatan keagamaan.
“Pengukuran arah kiblat ini penting untuk memastikan sarana ibadah di Rutan Pemalang dapat digunakan dengan baik dan sesuai ketentuan. Kami berharap petugas maupun warga binaan dapat melaksanakan ibadah dengan lebih nyaman dan khusyuk. Pembinaan keagamaan juga menjadi bagian penting dalam membangun karakter dan memperkuat nilai-nilai positif selama menjalani masa pembinaan,” ujar Akbar.
Menurutnya, pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan dan spiritual. Kesempatan menjalankan ibadah dengan baik diharapkan dapat menjadi salah satu jalan bagi warga binaan untuk melakukan introspeksi, memperbaiki diri, serta menumbuhkan harapan dalam menatap masa depan.
Sinergi antara Rutan Pemalang dan Kemenag Kabupaten Pemalang ini menjadi wujud komitmen bersama dalam mendukung pelayanan keagamaan yang lebih baik di lingkungan pemasyarakatan.
Di balik tembok tahanan, pintu untuk memperbaiki diri harus tetap terbuka. Melalui sarana ibadah yang layak dan pembinaan spiritual yang berkelanjutan, Rutan Pemalang berupaya menghadirkan lingkungan yang tidak hanya tertib dan aman, tetapi juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Sebab, pembinaan sejati bukan hanya tentang menjalani masa hukuman, melainkan juga tentang menumbuhkan kesadaran, memperbaiki perilaku, dan mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat dengan harapan serta kehidupan yang lebih baik
Penulis : Ragil
Editor : Red jateng



















