Garudapost.id-Ambon/ Jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku mengikuti arahan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), M. Maulana Bungaran, S.H., M.H., yang berpusat di Jakarta, Selasa (3/11). Kegiatan ini diikuti secara virtual oleh jajaran pejabat administrator Kanwil Ditjenpas Maluku, para Ketua Kelompok Kerja (Pokja), serta seluruh jajaran pemasyarakatan se-Maluku dari UPT masing-masing.
Dalam arahannya, Wamen Imipas menekankan pentingnya penguatan koordinasi, integritas, dan profesionalitas seluruh jajaran dalam menjalankan tugas pemasyarakatan. Peningkatan kualitas pelayanan publik, optimalisasi pembinaan warga binaan, serta penguatan keamanan dan ketertiban menjadi perhatian utama.
Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Sarwono, menyampaikan bahwa arahan tersebut menjadi pedoman untuk memperkuat tata kelola organisasi dan kedisiplinan pegawai.
“Seluruh jajaran harus terus meningkatkan tertib administrasi, disiplin, dan optimalisasi dukungan manajemen. Setiap arahan pimpinan harus ditindaklanjuti secara konsisten agar pelaksanaan tugas berjalan efektif, profesional, dan akuntabel,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Novriadi, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan dan pembinaan warga binaan.
“Pelayanan pemasyarakatan harus semakin berkualitas, humanis, dan berorientasi pada pemenuhan hak warga binaan. Program pembinaan juga harus dilaksanakan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi perubahan perilaku warga binaan,” ujarnya.
Senada, Kepala Bidang Pembimbing Kemasyarakatan, Catherian V. Picauly, menyoroti pentingnya optimalisasi pembimbingan dan reintegrasi sosial.
“Sinergi dan profesionalitas jajaran sangat diperlukan dalam pelaksanaan penelitian kemasyarakatan, pendampingan, pembimbingan, serta pengawasan klien pemasyarakatan guna mendukung keberhasilan reintegrasi sosial,” ungkapnya.
Melalui arahan tersebut, Kanwil Ditjenpas
Pemasyarakatan Maluku berkomitmen memperkuat kinerja seluruh UPT, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memastikan pelaksanaan pembinaan dan pembimbingan kemasyarakatan berjalan optimal. Komitmen ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pemasyarakatan yang profesional, berintegritas, dan semakin dipercaya masyarakat.



















