Garudapost.id-Ambon/Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian warga binaan melalui berbagai kegiatan produktif yang berorientasi pada pengembangan keterampilan dan kreativitas. Salah satu bentuk nyata dari program tersebut diwujudkan melalui pembuatan podium upacara yang dikerjakan langsung oleh warga binaan sebagai hasil karya dari keterampilan yang dikembangkan selama menjalani masa pembinaan. Rabu (04/11).
Pembuatan podium upacara ini menjadi salah satu upaya Rutan Ambon dalam memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan potensi diri melalui kegiatan kerja yang produktif. Dalam proses pengerjaannya, warga binaan diberikan kesempatan untuk mengasah kemampuan, melatih ketelitian, serta mengembangkan kreativitas dalam menghasilkan sebuah produk yang memiliki nilai guna.
Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil akhir berupa podium upacara, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi warga binaan untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan baru. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan didorong agar mampu memanfaatkan waktu selama menjalani masa pembinaan dengan aktivitas positif yang dapat memberikan manfaat bagi pengembangan diri.
Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Meta Putra, menyampaikan bahwa program pembinaan kemandirian merupakan salah satu upaya untuk membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang dapat dikembangkan menjadi kemampuan produktif. Menurutnya, setiap hasil karya yang dihasilkan warga binaan merupakan bentuk nyata dari proses pembinaan yang terus dilakukan oleh Rutan Ambon.
“Melalui kegiatan pembuatan podium upacara ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengembangkan keterampilan dan kreativitas mereka. Kami berharap keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pembinaan dapat menjadi bekal berharga ketika mereka kembali ke tengah masyarakat, sehingga mampu menjadi pribadi yang lebih mandiri dan produktif,” ungkap Meta Putra.
Senada dengan hal tersebut, Kasubsi Bimbingan Kerja, Ode Ena, menjelaskan bahwa pembuatan podium upacara merupakan salah satu bentuk kegiatan pembinaan kemandirian yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengembangkan kemampuan melalui praktik secara langsung. Menurutnya, kegiatan keterampilan seperti ini penting untuk melatih kreativitas, ketelitian, dan tanggung jawab warga binaan dalam menghasilkan sebuah karya.
“Dalam kegiatan pembinaan kemandirian, kami berupaya memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan yang mereka miliki. Pembuatan podium ini menjadi salah satu contoh bahwa warga binaan mampu menghasilkan karya yang memiliki manfaat. Harapannya, keterampilan seperti ini dapat terus dikembangkan dan menjadi bekal bagi mereka setelah kembali ke masyarakat,” jelas Ode Ena.
Program pembinaan kemandirian ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab, kedisiplinan, serta semangat bekerja sama dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Setiap tahapan pengerjaan podium membutuhkan ketelitian dan kesungguhan sehingga warga binaan dapat belajar memahami proses menghasilkan sebuah produk yang memiliki fungsi dan manfaat.
Sementara itu, salah satu warga binaan, Onco, mengungkapkan rasa senangnya karena diberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam pembuatan podium upacara. Baginya, kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang bermanfaat karena dapat mengembangkan keterampilan sekaligus menghasilkan karya yang nantinya digunakan untuk menunjang kebutuhan di lingkungan Rutan Ambon.
“Melalui kegiatan ini, kami mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan keterampilan. Saya merasa senang karena bisa ikut menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Selain menambah pengalaman, kegiatan ini juga memberikan motivasi bagi kami untuk terus berkarya dan memanfaatkan waktu dengan kegiatan positif,” ungkap Onco.
Onco juga berharap kegiatan pembinaan keterampilan seperti ini dapat terus dilaksanakan agar warga binaan memiliki lebih banyak kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kemampuan diri. Menurutnya, keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan dapat menjadi modal penting untuk memulai kehidupan yang lebih baik ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.
Hasil pembuatan podium upacara tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan sarana dan prasarana kegiatan upacara di lingkungan Rutan Ambon. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa program pembinaan kemandirian tidak hanya memberikan manfaat bagi warga binaan, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang berguna untuk mendukung kebutuhan operasional di lingkungan Rutan.
Rutan Ambon terus berkomitmen mengembangkan berbagai program pembinaan kemandirian yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk belajar, berlatih, dan menghasilkan karya. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan semakin banyak potensi warga binaan yang dapat dikembangkan menjadi keterampilan produktif dan memiliki nilai manfaat.



















