Garudapost.id, KOTA GORONTALO – Suasana hangat dan penuh senyum mewarnai reses Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Dr. Meyke Camaru, S.H., M.H., di Kelurahan Heledulaa Utara, Kecamatan Kota Timur. Sejumlah ibu-ibu terdengar bersemangat meneriakkan, “Wali Kota! Wali Kota!” sembari mendoakan agar Meyke selalu diberikan kesehatan, Kamis (5/11/2026).
Teriakan spontan itu menjadi warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Warga mengungkapkan harapan agar Meyke suatu saat menjadi Wali Kota. Mereka juga mengaku rindu bertemu langsung, bahkan reses kali ini disebut merupakan permintaan masyarakat sendiri.
Dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan, Lurah Heledulaa Utara,Fendri Ibrahim, S.Pd., menyampaikan bahwa Meyke sudah sekitar 10 kali melaksanakan reses di wilayah tersebut. Menurutnya, pertemuan yang berulang dengan masyarakat yang sebagian masih sama menunjukkan komunikasi yang terus terjalin. Ia juga menyebut Meyke sebagai sosok yang ramah, terbuka menerima keluhan, serta selalu menampung dan memperjuangkan aspirasi warga sesuai kewenangannya.

Fendri turut menjelaskan peruntukan data desil agar masyarakat memahami pengelompokan kondisi sosial ekonomi yang menjadi salah satu dasar pendataan penerima bantuan sosial.
Usai sambutan Lurah, Meyke menyampaikan bahwa reses merupakan kesempatan bagi anggota DPRD untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat dan menghimpun aspirasi untuk diperjuangkan. Ia mengapresiasi sambutan warga dan mengajak masyarakat tetap semangat menyampaikan harapan serta bersama-sama membangun lingkungan.
Keluhan Lansia Dijawab Rencana Jalan Satu Arah
Suasana dialog semakin menarik ketika warga menyampaikan persoalan arus lalu lintas. Mereka mengaku kesulitan menyeberang jalan, terutama warga lanjut usia (lansia). Karena itu, masyarakat mengusulkan pemberlakuan sistem satu arah demi keamanan dan kenyamanan bersama.
Usulan tersebut mendapat respons dari Dinas Perhubungan. Perwakilan Dishub menyampaikan rencana pemberlakuan arus satu arah mulai Januari 2027.
Dishub kemudian meminta kesanggupan masyarakat untuk menaati aturan ketika pengalihan arus diberlakukan. Warga juga diingatkan bahwa pelanggaran dapat dikenai penindakan berupa tilang.
Tanpa ragu, warga menjawab serentak, “Siap!”
Jawaban itu menjadi momen menarik lainnya. Masyarakat menyadari bahwa pengaturan lalu lintas membutuhkan kerja sama dan kedisiplinan semua pihak.
Kegiatan reses tersebut turut dihadiri Lurah Heledulaa Utara, Fendri Ibrahim, S.Pd.; perwakilan PUPR SDA, Moh. Zain Botutihe; Kabid Perindustrian Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo, Lyla Ramziah Laya, S.IP.; serta perwakilan Dinas Perhubungan, Donal Bobihoe.
Bagi warga Heledulaa, reses kali ini bukan sekadar pertemuan dengan wakil rakyat. Ada kerinduan yang terobati, harapan yang disampaikan, dan komitmen bersama untuk mendukung perubahan demi keselamatan serta kenyamanan lingkungan.
Penulis : Ruslan
Editor : RK
Sumber Berita: Meyke Camaru


















