Garudapost.id-Saumlaki/Dalam rangka menyongsong Hari Bhakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) ke-2 tahun 2026, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Saumlaki menunjukkan kepedulian nyata kepada masyarakat melalui kegiatan bakti sosial berupa pembersihan lokasi pembangunan Gereja GBI Hati Hamba Saumlaki, Kamis (5/11).
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata jajaran Bapas Saumlaki dalam menyemarakkan peringatan Hari Bhakti Kemenimipas sekaligus mengimplementasikan semangat pengabdian kepada masyarakat. Kepedulian terhadap sesama tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas pembimbingan dan pengawasan klien pemasyarakatan, tetapi juga melalui aksi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar.
Sejak pukul 08.00 WIT, seluruh jajaran Bapas Kelas II Saumlaki bersama Pegawai Pemerintah Non-Pegawai Negeri (PPNPN), peserta magang, serta para pekerja pembangunan gereja bergotong royong membersihkan area pembangunan. Kegiatan ini menjadi wujud kebersamaan lintas elemen dalam mendukung terciptanya lingkungan pembangunan rumah ibadah yang bersih, tertata, dan nyaman.
Dengan penuh semangat kebersamaan, setiap peserta mengambil bagian dalam pekerjaan pembersihan. Tidak ada sekat antara pegawai, peserta magang, maupun pekerja pembangunan. Seluruhnya menyatukan tenaga dan kepedulian demi tujuan yang sama, yakni memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Kepala Bapas Kelas II Saumlaki, Marthina Ch. Solilit, menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyongsong Hari Bhakti Kemenimipas sekaligus bentuk komitmen Bapas untuk terus hadir dan memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat.
“Momentum menyongsong Hari Bhakti Kemenimipas yang ke-2 ini menjadi kesempatan bagi kami untuk menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Kami ingin kehadiran Bapas dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Melalui kegiatan sederhana seperti pembersihan lokasi pembangunan gereja ini, kami menumbuhkan kepedulian, memperkuat rasa persaudaraan, dan menghidupkan semangat gotong royong. Semoga kegiatan ini menjadi berkat dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Kabapas.
Apresiasi juga disampaikan oleh pihak gereja atas kepedulian dan keterlibatan jajaran Bapas Saumlaki. Dukungan tersebut dinilai bukan sekadar bantuan tenaga, melainkan juga bentuk perhatian dan kebersamaan yang mempererat hubungan antara lembaga pemerintah dan masyarakat.
Pendeta GBI Hati Hamba Saumlaki, Pdt. Jonas Anaktototy, menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan keterlibatan jajaran Bapas Saumlaki.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian dan partisipasi keluarga besar Bapas Saumlaki. Kehadiran mereka memberikan semangat tersendiri bagi kami dalam proses pembangunan gereja ini. Apa yang dilakukan hari ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dan gotong royong merupakan kekuatan besar dalam kehidupan bermasyarakat. Kiranya kebersamaan seperti ini terus terjalin dan membawa berkat bagi banyak orang,” ungkap Pdt. Jonas Anaktototy.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk membangun komunikasi, mempererat tali persaudaraan, serta menumbuhkan nilai toleransi dan kepedulian antarsesama. Pembangunan rumah ibadah bukan hanya membutuhkan dukungan secara fisik, tetapi juga semangat kebersamaan dari berbagai pihak agar prosesnya dapat berjalan dengan baik.
Melalui aksi sosial ini, Bapas Saumlaki terus mengimplementasikan semangat Pemasyarakatan Hadir untuk Masyarakat. Peringatan Hari Bhakti Kemenimipas tidak sekadar menjadi momentum seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh jajaran untuk memperkuat komitmen pengabdian, meningkatkan kepedulian sosial, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Bakti sosial tersebut menjadi bukti bahwa semangat Kemenimipas dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung. Dengan semangat gotong royong, Bapas Saumlaki berkomitmen untuk terus membangun hubungan harmonis, memperkuat sinergi, dan menghadirkan kontribusi positif bagi masyarakat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.


















