Garudapost.id | San Francisco, 29 Maret 2026 – Ribuan orang turun ke jalan di seluruh dunia, termasuk di San Francisco, untuk mengikuti aksi protes “No Kings” pada Sabtu lalu. Aksi ini merupakan bagian dari gerakan global yang menolak kebijakan otoriter Presiden Donald Trump dan mengecam peran Amerika dalam perang Iran.
Di San Francisco, ratusan orang berkumpul di Pantai Ocean Beach untuk membentuk spanduk raksasa bertuliskan “TRUMP MUST GO NOW!” sebagai protes terhadap kebijakan Trump. Aksi serupa juga terjadi di kota-kota lain di Amerika Serikat, termasuk New York, Los Angeles, dan Chicago.
Gerakan “No Kings” telah menyebar ke seluruh dunia, dengan aksi protes di lebih dari 3.300 lokasi di Amerika Serikat dan ratusan lokasi di luar negeri. Aksi ini merupakan salah satu protes terbesar dalam sejarah Amerika Serikat, dengan perkiraan jumlah peserta mencapai 8 juta orang.
Aksi “No Kings” menuntut mundurnya Presiden Donald Trump dan mengecam kebijakan otoriternya. Mereka juga menuntut Amerika Serikat untuk menghentikan perang Iran dan menarik diri dari konflik tersebut.
Pemerintah Amerika Serikat telah merespons aksi protes ini dengan menyatakan bahwa mereka tidak akan terpengaruh oleh protes tersebut. Namun, aksi ini telah menunjukkan kekuatan gerakan protes dalam mempengaruhi opini publik dan menuntut perubahan.
Aksi “No Kings” telah menunjukkan kekuatan gerakan protes dalam mempengaruhi opini publik dan menuntut perubahan. Aksi ini juga telah menunjukkan bahwa masyarakat Amerika Serikat dan dunia tidak akan diam saja terhadap kebijakan otoriter dan perang yang tidak adil. (Redaksi)













