Akses jalan Lumpuh, Warga Gorontalo Surati Presiden Prabowo Terkait Jalan Longsor yang Tak Kunjung Diperbaiki

Kamis, 28 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

KABUPATEN ​GORONTALO,garudapost.id√√ — Kamis 28/5/2026 MEI Masyarakat Dusun Wangata, Desa Bakti, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, mengambil langkah ekstrem demi menyelamatkan urat nadi perekonomian mereka. Merasa aspirasinya digantung tanpa kepastian oleh pemerintah daerah, warga melayangkan surat terbuka yang ditujukan langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto di Jakarta.

​Surat tersebut berisi laporan kedaruratan mengenai ambrolnya Jalan Hasan Akili akibat longsor, sekaligus permohonan intervensi penanganan segera dari pemerintah pusat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kronologi: Dua Bulan Tanpa Kejelasan
​Berdasarkan laporan kronologi dari perwakilan masyarakat, petaka ini bermula pada 14 Maret 2026 saat longsor pertama kali mengikis badan jalan. Alih-alih membaik, struktur tanah yang labil membuat badan jalan terus runtuh menjorok ke dalam hingga menciptakan kondisi yang sangat berbahaya bagi keselamatan warga.

​Ironisnya, lambatnya respons dari pihak terkait dinilai memperparah keadaan.
​”Pihak Dinas PUPR Provinsi Gorontalo sebenarnya sudah turun langsung meninjau lokasi pada 17 April 2026, atau sebulan setelah kejadian. Namun hingga hari ini, belum ada tindak lanjut, perbaikan, maupun kejelasan resmi yang kami terima,” ungkap perwakilan warga dalam surat tersebut.

​Hingga akhir Mei 2026, masyarakat mengaku masih “buta” mengenai nasib desa mereka. Belum ada kepastian apakah perbaikan jalan ini sudah masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah, bagaimana kesiapan anggarannya, atau apakah usulan penanganan tersebut sudah disetujui (di-ACC) oleh Kementerian PUPR RI di pusat.

​Dampak Fatal: Lumpuhnya Sektor Pertanian
​Dampak dari pembiaran ini tidak main-main. Jalan Hasan Akili merupakan satu-satunya akses utama yang menghubungkan Dusun Wangata dengan wilayah luar.
​Akibat kerusakan total pada struktur jalan:

​Kendaraan angkutan sama sekali tidak bisa melintas, khususnya mobil truk dan pikap pengangkut hasil bumi.
​Komoditas pertanian warga terancam busuk dan gagal pasarkan karena terkendala mobilitas.
​Aktivitas harian dan mobilitas sosial warga lumpuh total, mengisolasi perputaran ekonomi di dusun tersebut.
​Menaruh Harapan Terakhir pada Presiden
​Melalui surat kedinasan yang penuh harap ini, warga Dusun Wangata meminta ketegasan dan kepedulian dari Presiden Prabowo Subianto. Mereka berharap Presiden dapat menginstruksikan Kementerian PUPR Pusat untuk segera turun tangan melakukan kedaruratan bencana fisik di lapangan.

​Warga menegaskan, jika jalur ini terus dibiarkan mati total, maka kemiskinan dan keterisolasian wilayah di Kabupaten Gorontalo akan semakin mendalam. Kini, bola panas penanganan Jalan Hasan Akili berada di tangan kebijakan pemerintah pusat.

Penulis:zulkipli Uno
Editor:Redaksi

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Gelar Adat Pulanga Bupati Gorontalo Disiarkan Langsung TVRI, Pemkab Berikan Apresiasi
Pansus I DPRD Pohuwato Konsultasikan Ranperda Penanganan Konflik Sosial ke KemenHAM, Soroti Perlindungan HAM dan Peran Posbankum
Wilker KemenHAM Gorontalo Raih Peringkat Keempat Nasional, Lampaui Target Penguatan Kapasitas HAM hingga 200 Persen
Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.
Siap Jalankan Amanah, Ketua TP-PKK Tibawa Nur’Ain Napu Siapkan Kerja Nyata dan Penguatan Sinergi
Ketua PGRI Rapia Bahuwa Tekan Penguatan Konsolidasi dan Mandatori Organisasi Pada konferensi Khusus 2026
Peduli Laut dan Pesisir, Saka Bahari Bersama TNI AL Bersihkan Pantai Dulanga
SPPG 3T Dulamayo Selatan, Gizi Terpenuhi Ekonomi Warga Bergerak
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:19

Gelar Adat Pulanga Bupati Gorontalo Disiarkan Langsung TVRI, Pemkab Berikan Apresiasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:11

Pansus I DPRD Pohuwato Konsultasikan Ranperda Penanganan Konflik Sosial ke KemenHAM, Soroti Perlindungan HAM dan Peran Posbankum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:06

Wilker KemenHAM Gorontalo Raih Peringkat Keempat Nasional, Lampaui Target Penguatan Kapasitas HAM hingga 200 Persen

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:59

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:34

Siap Jalankan Amanah, Ketua TP-PKK Tibawa Nur’Ain Napu Siapkan Kerja Nyata dan Penguatan Sinergi

Berita Terbaru