KARAWANG | GarudaPost.id – Organisasi Arsitek Desa menyoroti buruknya pola komunikasi yang dilakukan oleh PLN terkait penyampaian informasi jadwal pemadaman listrik yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat. Minimnya sosialisasi dan keterlambatan informasi dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas warga, pelaku usaha, hingga pelayanan publik yang sangat bergantung pada pasokan listrik.
Ketua Umum Arsitek Desa, Bung Omat, menegaskan bahwa masyarakat pada dasarnya memahami dan mendukung upaya pemeliharaan maupun perbaikan jaringan listrik yang dilakukan PLN. Namun, menurutnya, persoalan utama terletak pada kurang optimalnya penyampaian informasi kepada masyarakat sebelum pemadaman dilaksanakan.
“Masyarakat tidak mempermasalahkan adanya pemadaman jika memang untuk kepentingan perbaikan dan peningkatan kualitas layanan. Namun yang sering menjadi keluhan adalah ketika pemadaman terjadi tanpa pemberitahuan yang memadai. Akibatnya, banyak aktivitas masyarakat yang terganggu dan menimbulkan ketidaknyamanan,” ujar Bung Omat.
Ia menilai, sebagai perusahaan penyedia layanan publik, PLN perlu memperkuat sistem komunikasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Informasi mengenai jadwal pemadaman seharusnya dapat disampaikan lebih cepat, jelas, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Menurut Bung Omat, koordinasi dengan pemerintah desa, pemerintah kecamatan, hingga tokoh masyarakat perlu ditingkatkan agar informasi dapat tersampaikan secara efektif. Selain itu, pemanfaatan berbagai platform digital dan media sosial juga dinilai penting untuk memperluas jangkauan informasi kepada pelanggan.
“Di era digital saat ini, penyampaian informasi harus lebih responsif. Jangan sampai masyarakat baru mengetahui adanya pemadaman ketika listrik sudah padam. Ini tentu menjadi evaluasi yang perlu diperhatikan demi meningkatkan kualitas pelayanan publik,” katanya.
Arsitek Desa menegaskan bahwa transparansi informasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan publik yang baik. Dengan adanya pemberitahuan yang jelas dan tepat waktu, masyarakat dapat melakukan persiapan sehingga dampak yang ditimbulkan akibat pemadaman listrik dapat diminimalkan.
Lebih lanjut, organisasi tersebut mengajak seluruh pihak untuk terus mendorong terciptanya pelayanan publik yang responsif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Komunikasi yang baik antara penyedia layanan dan masyarakat diyakini menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik.
Dengan perbaikan sistem komunikasi dan penyampaian informasi yang lebih efektif, Arsitek Desa berharap pelayanan kelistrikan dapat berjalan lebih optimal serta mampu memberikan rasa nyaman dan kepastian bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Penulis : (Red)
Editor : Redaksi

















