Bupati Mesuji Tekankan Penguatan IPM Hingga Optimalisasi Program Makanan Bergizi Gratis

Kamis, 4 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mesuji – Bupati Mesuji, Hj. Elfianah S.E, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) melalui Zoom Meeting bersama seluruh jajaran Pejabat Pemerintah Kabupaten Mesuji pada Rabu (03-06-2026).

Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi antar perangkat daerah guna memastikan program kebijakan tahun 2026 berjalan efektif dan tepat sasaran.

Dalam arahannya, Bupati Elfianah menyoroti sejumlah agenda krusial, mulai dari sektor pendidikan, ekonomi desa, hingga ketahanan pangan dan sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati menginstrukan seluruh Camat, Kepala Desa, dan unsur pendidikan untuk melakukan pemutakhiran data kependudukan secara berkala. Fokus utama terletak pada perubahan Kartu Keluarga (KK), khususnya pada kolom pendidikan yerakhir dan pekerjaan untuk mendongkrak akurasi capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Terkait keuangan desa, Bupati menegaskan agar desa yang belum mencairkan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) segera melakukan pengajuan. Secara khusus , Desa Kagungan Dalam dan Desa Mulyasari diminta segera menyelesaikan administrasi yang tertunda

“Menyambut program strategis nasional, Bupati mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mengambil peran sebagai pemasok utama bahan baku lokal dalam program Makanan Bergizi Gratis. Dinas Pertanian pun diminta melakukan pendampingan teknis agar pengurus BUMDes lebih profesional.

Hal unik yang ditekankan dalam Rakor kali ini adalah pengaktifan kembali budaya memukul kentingan sebagai alat komunikasi darurat saat teknologi lumpuh,” tegas Bupati. Selain itu siskampling harus kembali digalakan.

Di sisi sosial, Bupati meminta transparansi bantuan sosial (Bansos) melalui pelabelan stiker di rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan di lembaga pendidikan dan pondok pesantren guna menjamin ruang aman bagi perempuan dan anak.

Pemerintah Kabupaten Mesuji juga mendorong suksesi program pemagangan ke Jepang (IM Japan) tahun 2026. Mengingat kuota yang masih tersedia banyak, Camat dan Kades diminta masif menyosialisasikan peluang ini sekaligus memberikan edukasi pencegahan Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural.

“Di bidang kesehatan, masyarakat di imbau untuk aktif memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis secara berkala di puskesmas setempag.

Menutup rapat, Bupati Mesuji, Hj. Elfianah, S.E, mengingatkan seluruh aparatur untuk menjaga akuntabilitas dana publik, termasuk kepatuhan penggunaan Dana BOS dan tindak lanjut temuan LHP BPK, demi terwujudnya tata kelola pemerintahan Kabupaten Mesuji yang bersih dan transparan,” pungkasnya. (Juari).

Facebook Comments Box

Berita Terkait

FATETA UNIPA dan TEP 8 UI Dorong Pala Wondama Jadi Produk UMKM Bernilai Tambah
Sinergi TNI dan Pemkab Majalengka Hadirkan Infrastruktur Nyata untuk Masyarakat.
Harga Sirih di Pasar Sanggeng Tembus Rp700 Ribu per Kilogram
Harga Cabai Rica di Pasar Tombulilato Tembus Rp200 Ribu per Kilogram
Permudah Warga Tambun Selatan, P3DW Kabupaten Bekasi Relokasi Samsat Outlet ke Vivo Business Park
HENTIKAN PERAMPOKAN DANA PENSIUN/PENSIUNAN PROVINSI GORONTALO DIDZALIMI PEMOTONGAN KREDIT BANK BTPN/SMBC YANG TAK BERUJUNG
Kadis Koperasi Jayawijaya Dorong Kelompok Usaha Kembangkan Kopi dan Labu Sian
50 Pelaku UMKM Cibuaya, Pedes & Tirtajaya Antusias Ikuti Mentorship UMKM 2026
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 22:32

FATETA UNIPA dan TEP 8 UI Dorong Pala Wondama Jadi Produk UMKM Bernilai Tambah

Sabtu, 19 September 2026 - 22:26

Sinergi TNI dan Pemkab Majalengka Hadirkan Infrastruktur Nyata untuk Masyarakat.

Selasa, 15 September 2026 - 15:47

Harga Sirih di Pasar Sanggeng Tembus Rp700 Ribu per Kilogram

Selasa, 8 September 2026 - 18:08

Harga Cabai Rica di Pasar Tombulilato Tembus Rp200 Ribu per Kilogram

Senin, 7 September 2026 - 00:10

Permudah Warga Tambun Selatan, P3DW Kabupaten Bekasi Relokasi Samsat Outlet ke Vivo Business Park

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:59