SANGIHE,Garudapost.Id-Sikap Kepala Bea Cukai Tahuna saat menerima awak media menuai sorotan tajam. Bukan hanya jawaban yang minim, cara berhadapan pun dinilai kurang menghargai dan tidak mencerminkan standar pejabat publik.
Saat dikonfirmasi Selasa (18/8/2026), ia hanya menjawab: “Saya tidak tahu, tanya saja ke Manado.” Belum lagi, saat menerima pertanyaan, beliau duduk sambil mengangkat satu kaki—sikap yang terkesan meremehkan tugas jurnalistik yang sedang dijalankan.
Publik berhak bertanya: jika sebagai pimpinan kantor daerah tidak menguasai persoalan di lingkungannya sendiri, bagaimana ia dapat memimpin? Lebih dari itu, cara bersikap dan berbicara mencoreng wibawa jabatan. Tak tahu boleh saja, namun menyampaikannya harus tetap dengan cara yang sopan dan profesional.
Media bukan datang minta istimewa, melainkan mencari kejelasan informasi demi kepentingan umum. Sikap defensif dan kurang ajar hanya melahirkan kecurigaan dan nama buruk bagi institusi.
Ini bukan masalah pribadi wartawan dan pejabat. Yang dipertanyakan adalah etika, kewibawaan, serta kualitas pelayanan informasi negara. Jabatan adalah amanah, dan etika adalah wajah kepemimpinan.
Namun satu hal yang pasti: pejabat negara wajib memberikan teladan, bukan sebaliknya. (Rc)

























