Garudapost.id-Geser/Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser, Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku menggelar rapat evaluasi kinerja internal, Rabu (19/8). Dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, rapat di Aula Lapas ini diikuti oleh jajaran pejabat struktural dan seluruh pegawai. Agenda ini bertujuan untuk memperkuat kedisiplinan, menjaga keamanan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat dan Warga Binaan.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Lapas Geser memberikan apresiasi tinggi atas berbagai pencapaian positif yang telah diraih. Beberapa di antaranya meliputi pencapaian angka gangguan keamanan dan ketertiban (Kamtib) terendah se-Maluku, kelancaran pelaksanaan Remisi, serta pemenuhan Data Dukung B03 yang berhasil mencapai target 100% secara lengkap.
Di sisi lain, Kepala Lapas Geser juga memberikan penekanan khusus terkait pentingnya peningkatan disiplin, kerapian dalam berpakaian dinas, ketepatan waktu menjalankan tugas, serta partisipasi aktif seluruh jajaran dalam kegiatan internal maupun agenda kemasyarakatan bersama Pemerintah Kecamatan Seram Timur. Selain itu, aspek krusial seperti optimalisasi produksi pertanian guna mengejar target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), peningkatan kinerja Humas, pelaksanaan pengawasan CCTV yang terhubung langsung ke Pimpinan Wilayah, kepemilikan izin sertifikasi klinik, kelaikan higiene, serta sertifikat halal untuk pengelolaan jasa boga turut menjadi sorotan utama.
“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran atas kerja kerasnya sehingga pelaksanaan tugas berjalan lancar. Namun, ada beberapa catatan penting untuk membenahi kinerja internal kita, mulai dari optimalisasi produksi ketahanan pangan dan UMKM hingga pemenuhan target PNBP, peningkatan pemberitaan positif, pelaksanaan pengawasan, percepatan penerbitan sertifikat yang dibutuhkan, serta optimalisasi persuratan pada aplikasi SRIKANDI,” jelas Nober Hasanda.
Ia menambahkan mengenai aspek pelaporan, instruksi Kakanwil sangat jelas bahwa 28 kegiatan pada Link Satu Data Pemasyarakatan (Ditjenpas) juga harus dilaporkan ke STAR Proaksi (Sekjen). Seluruh pelaporan wajib diajukan melalui aplikasi SRIKANDI secara tepat waktu. Nober juga menegaskan kepada seluruh jajaran Lapas Geser agar senantiasa memberikan kinerja terbaik demi membanggakan nama institusi.
“Kita harus bekerja sesuai aturan, tupoksi, dan perintah berjenjang. Jaga kekompakan, jangan pernah apatis dalam menjalankan tugas, dan tetap optimis,” tegas Nober Hasanda.
Kepala Urusan Tata Usaha Lapas Geser, M. Alhamid, menegaskan kesiapan penuh jajarannya dalam menyukseskan reformasi birokrasi dan meningkatkan tertib administrasi. Ia menyoroti pentingnya optimalisasi urusan surat-menyurat kedinasan melalui aplikasi Srikandi. Selain tertib administrasi, sektor kehumasan menjadi fokus utama yang dibahas untuk mendorong keterbukaan informasi publik. M. Alhamid mengingatkan bahwa performa organisasi sangat bergantung pada bagaimana kinerja tersebut diamplifikasi ke masyarakat.
“Srikandi sangat penting dalam surat-menyurat guna mendongkrak penggunaan aplikasi ini secara maksimal. Sumber surat yang diproses di dalam aplikasi juga harus disesuaikan dengan subseksi masing-masing. Terkait kehumasan, kami siap memberitakan berbagai kegiatan positif. Untuk itu, dukungan dari setiap subseksi sangat diperlukan. Setiap kegiatan akan kami beritakan sebagai ‘santapan enak’ bagi pembaca atau masyarakat. Namun, kegiatan yang diberitakan harus berjenjang. Mohon kerja samanya. Sehebat apa pun kinerja kita, jika tidak dipublikasikan, hal itu akan sangat mempengaruhi transparansi kinerja dan citra positif instansi,” tutur Alhamid.
Menutup arahannya, Kepala Urusan Tata Usaha mengajak seluruh pegawai untuk memperkuat soliditas tim dan membuang ego sektoral demi kemajuan bersama. Ia menekankan bahwa kualitas organisasi ditentukan oleh kualitas orang-orang di dalamnya.
“Kita tidak berdiri sendiri, kita adalah satu. Maka dari itu, kerja samanya sangat diperlukan. Kita sama-sama belajar untuk terstruktur dan bersinergi dengan sangat baik. Apa yang sudah baik harus menjadi lebih baik. Ingat, bukan di mana ladangnya, tapi siapa petaninya. Kreativitas kita harus tanpa batas,” pungkas M. Alhamid.
Dalam hal peningkatan layanan dan kemandirian warga binaan, Kasubsi Pembinaan, Junaidi Laisouw, melaporkan langkah konkret kerja sama antarinstansi demi menjamin kualitas fasilitas serta pengauatan karakter dan keterampilan Warga Binaan.
“Kami telah berkoordinasi dengan Puskesmas Geser serta Kantor Urusan Agama (KUA) untuk penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan pengusulan sertifikat halal pada pengolahan pangan. Kami juga terus mendorong inovasi pembinaan yang bernilai ekonomis agar WBP mampu menghasilkan karya produktif,” jelas Junaidi Laisouw.
Di sisi lain, Kasubsi Administrasi & Orientasi, M. Yusuf Kilkoda, memaparkan bahwa pemenuhan hak-hak bersyarat bagi warga binaan telah berjalan transparan dan sesuai regulasi. Ia juga menegaskan kesiapan fasilitas pendukung sidang daring (online) dan Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) Online.
“Saat ini, terdapat satu orang Warga Binaan yang sudah disetujui untuk menerima Pembebasan Bersyarat (PB), namun yang bersangkutan masih harus menjalani masa subsider. Sementara itu, pada tahun ini, empat warga binaan yang tidak menerima Remisi Umum karena belum memenuhi persyaratan. Rinciannya, satu orang sedang menjalani subsider dan tiga orang lainnya tidak memenuhi syarat untuk diusulkan. Di samping itu, kami sudah mengusulkan amnesti bagi dua warga binaan,” ungkap Yusuf Kilkoda.
Guna mempertahankan capaian angka gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) terendah di Maluku, Kasubsi Kamtib, Surdin Derlen, menegaskan pentingnya kedisiplinan operasional di lapangan. Pengawasan melalui CCTV yang terintegrasi, intensifikasi penggeledahan atau inspeksi mendadak rutin sebanyak empat kali sebulan, hingga penataan Wartelsuspas (Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan) gratis bagi warga binaan terus diketatkan agar bebas dari penyalahgunaan.
“Kami terus menggalakkan ketepatan waktu serah terima tugas, keakuratan pelaporan patroli keliling (trolling), serta pencatatan buku uraian tugas demi memastikan Lapas Geser tetap aman dan kondusif,” pungkas Surdin Derlen.
Melalui rapat internal ini, seluruh jajaran Lapas Geser berkomitmen untuk tidak hanya mempertahankan prestasi yang telah diraih, sekaligus terus berbenah secara berkelanjutan. Dengan semangat kebersamaan, integritas, dan inovasi nyata, Lapas Geser siap mewujudkan tata kelola pemasyarakatan yang transparan, aman, serta berorientasi penuh pada pelayanan publik prima dan pembinaan warga binaan yang berdampak nyata.

























