Gawat Panipahan Sarang Bandar Narkoba, Negara Jangan Kalah oleh Jaringan Para Bandar Narkoba Panipahan 

Sabtu, 11 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id Panipahan, Rokan Hilir 10 April 2026Lembaga Monitoring Team Operasional Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia (DPP TOPAN RI) Wilayah Sumbagut melalui perwakilannya, Rahman, menyampaikan kecaman keras atas kondisi yang terjadi di wilayah pesisir Panipahan yang kini dinilai telah memasuki fase darurat akibat dugaan peredaran narkotika yang semakin merajalela.

Kecaman ini tidak hanya ditujukan kepada lambannya respons aparat penegak hukum, tetapi juga terhadap minimnya kesadaran dan keberanian sebagian masyarakat dalam menyampaikan laporan secara aktif dan berkelanjutan.

“Kita tidak bisa hanya menyalahkan aparat. Fakta di lapangan menunjukkan adanya keterlambatan laporan, bahkan indikasi pembiaran sosial. Ini berbahaya. Kejahatan narkotika berkembang cepat di wilayah yang masyarakatnya memilih diam,” tegas Rahman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Panipahan: Wilayah Strategis yang Rentan Disusupi Jaringan Gelap

Sebagai kawasan pesisir dengan karakteristik pemukiman di atas perairan dan jalur perdagangan laut yang langsung terhubung dengan Selat Malaka, Panipahan memiliki kerentanan tinggi terhadap aktivitas ilegal lintas wilayah.

Dahulu dikenal sebagai “Texas Riau” karena perputaran ekonomi yang cepat dari sektor perikanan dan hasil laut, kini wilayah tersebut justru menghadapi ancaman serius berupa infiltrasi jaringan narkotika yang memanfaatkan celah geografis dan lemahnya pengawasan.

Menurut DPP TOPAN RI, kondisi ini bukan sekadar persoalan kriminal biasa, melainkan sudah mengarah pada ancaman sistemik terhadap stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat pesisir.

Aksi Massa Jilid II: Akumulasi Kekecewaan dan Ketidakpercayaan

Aksi massa yang terjadi untuk kedua kalinya pada Jumat sore (10/4) di depan Mapolsek Panipahan menjadi indikator kuat bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap penanganan kasus ini mulai tergerus.

Ratusan hingga ribuan warga turun ke jalan, menuntut tindakan nyata terhadap dugaan bandar narkoba berinisial A yang disebut-sebut telah lama beroperasi.

Massa bahkan bergerak menuju lokasi yang diduga menjadi pusat aktivitas terlarang di Panipahan Darat, Kecamatan Pasir Limau Kapas. Situasi sempat memanas dan nyaris tidak terkendali, memperlihatkan betapa seriusnya eskalasi sosial yang terjadi.

Rahman: Ini Bukan Lagi Keluhan, Ini Alarm Bahaya

Rahman menegaskan bahwa aksi tersebut harus dibaca sebagai alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan, bukan sekadar dinamika sosial biasa.

“Kalau masyarakat sudah turun dua kali dalam skala besar, itu bukan lagi aspirasi—itu bentuk keputusasaan. Negara tidak boleh kalah oleh jaringan narkoba, apalagi di wilayah strategis seperti Panipahan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti adanya potensi risiko yang jauh lebih besar jika kondisi ini terus dibiarkan, termasuk konflik horizontal, tindakan main hakim sendiri, hingga jatuhnya korban jiwa.

Desakan Tegas: APH Harus Bertindak Cepat, Terukur, dan Transparan

DPP TOPAN RI Wilayah Sumbagut mendesak aparat penegak hukum, khususnya di Kabupaten Rokan Hilir, untuk:

Segera melakukan penindakan hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat tanpa tebang pilih

Membuka informasi penanganan kasus secara transparan kepada publik

Memperkuat pengawasan wilayah pesisir sebagai jalur rawan distribusi narkotika

Melibatkan masyarakat dalam sistem pelaporan yang aman dan terlindungi

Penegasan Akhir: Jangan Tunggu Panipahan Meledak

Menutup pernyataannya, Rahman mengingatkan bahwa keterlambatan penanganan dan lemahnya sinergi antara masyarakat dan aparat hanya akan memperparah situasi.

“Jangan tunggu Panipahan benar-benar meledak. Ketika masyarakat sudah kehilangan kepercayaan, maka yang muncul bukan lagi hukum, tapi chaos. Ini yang harus dicegah sekarang, bukan nanti,” pungkasnya.

DPP TOPAN RI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan memonitor perkembangan kasus ini hingga tuntas, sebagai bagian dari upaya penyelamatan aset negara dan perlindungan masyarakat dari ancaman narkotika.

M.ikhsan (TIM)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Keindahan Waduk Jatiluhur, Pesona Alam dan Bendungan Terbesar di Indonesia
Wawan “Gemoy” Terus Rapatkan Barisan, Gelar Temu Warga dan Relawan di Kampung Pacing Lio Desa Sumberreja
SDN Amansari II Borong Prestasi, Hamzah Juara 1 Nembang Pupuh dan Toni Ababil Juara 2 Ngadongeng di FTBI Kab. Karawang 2026
Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh S.E Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Awards 2026 Kategori Pelayanan Publik Bidang Pendidikan
Perayaan Ulang Tahun AlFathan Faieza Suherman Berlangsung Meriah di Kalangsurya
Respon Cepat PJT II Rengasdengklok, Tanggul Sementara dan Pengerukan Kali Apoor di Medangasem Jayakerta Segera Dilakukan
Selamat dan Sukses Atas Terpilihnya Ibu Endang Kurniasih Sebagai Anggota BPD Keterwakilan Perempuan Desa Amansari
Disdikbud Karawang Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Ajak Teladani Akhlak Rasulullah
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:18

Keindahan Waduk Jatiluhur, Pesona Alam dan Bendungan Terbesar di Indonesia

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:50

Wawan “Gemoy” Terus Rapatkan Barisan, Gelar Temu Warga dan Relawan di Kampung Pacing Lio Desa Sumberreja

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:26

SDN Amansari II Borong Prestasi, Hamzah Juara 1 Nembang Pupuh dan Toni Ababil Juara 2 Ngadongeng di FTBI Kab. Karawang 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:08

Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh S.E Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Awards 2026 Kategori Pelayanan Publik Bidang Pendidikan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:37

Perayaan Ulang Tahun AlFathan Faieza Suherman Berlangsung Meriah di Kalangsurya

Berita Terbaru