Masalah pemetaan bisa diperbaiki, semua siswa dijamin dapat tempat belajar
BANDUNG|GarudaPost.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta seluruh orang tua calon siswa SMA/SMK tidak perlu panik menghadapi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang sempat menuai keluhan soal kendala sistem dan hasil pemetaan awal .
Menurutnya, tahap yang sedang berjalan saat ini baru Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) — bukan pendaftaran resmi maupun hasil akhir diterima atau tidak. Data yang muncul masih bersifat sementara dan akan diperbaiki sepenuhnya sebelum seleksi utama dimulai.
“Jangan panik dulu. Ini baru pemetaan untuk mendeteksi masalah, bukan keputusan akhir. Apa yang belum pas akan kami perbaiki. Prinsipnya: tidak ada anak yang dibiarkan tidak bersekolah,” tegas Dedi saat meninjau langsung kantor Dinas Pendidikan Jabar, Selasa (9/6/2026) .
Jaminan Tempat Belajar Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Pemprov Jabar menyiapkan solusi nyata bagi siswa yang nantinya tidak tertampung di sekolah negeri akibat keterbatasan daya tampung. Sebanyak 58 SMA dan SMK swasta mitra telah disiapkan dengan status gratis penuh — seluruh biaya operasional ditanggung pemerintah provinsi .
“Kami sudah kerja sama dengan puluhan sekolah swasta. Jika tidak diterima di negeri, langsung dialihkan ke sekolah mitra ini tanpa bayar sepeser pun. Kualitasnya tetap terstandar dan diakui negara,” jelasnya.
Perbaikan Sistem Dipercepat
Merespons keluhan soal akun bermasalah, data hilang, dan kesulitan akses, Gubernur memerintahkan tim teknis untuk menyelesaikan perbaikan dalam waktu 3×24 jam. Layanan pengaduan juga dibuka lebih lama di setiap kabupaten/kota untuk membantu orang tua yang kesulitan secara daring .
Pendaftaran resmi SPMB baru akan dibuka setelah masa pemetaan selesai dan seluruh perbaikan sistem selesai dilakukan. Informasi lengkap disampaikan melalui situs resmi; spmb.jabarprov.go.id dan media sosial resmi Dinas Pendidikan Jabar.
Penulis : Kevin
Editor : Redaksi

















