Murung Raya Garudapost.id | – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan dapat memperbaiki kualitas gizi masyarakat kini menghadapi kendala serius di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah. Meskipun pembangunan Dapur Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) untuk wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) telah rampung 100 persen lengkap dengan sarana prasarana, fasilitas tersebut belum dapat beroperasi karena ketiadaan Berita Acara Serah Terima (BAST) dari perwakilan Badan Gizi Nasional maupun Satgas Pembangunan.
Para investor yang telah menanamkan modal besar menyatakan kecewa dan berada dalam ketidakpastian. “Bangunan dan perlengkapan sudah siap sepenuhnya, namun tidak ada kepastian kapan bisa digunakan. Modal kami tertanam dan belum ada kejelasan pengembaliannya,” ujar salah satu perwakilan investor. Jika dibiarkan, dikhawatirkan fasilitas yang telah dibangun akan rusak dan terbengkalai.
Kondisi ini mendapat perhatian dari pemerhati pembangunan daerah, Didi Nurhadi atau akrab disapa Babe. Ia mendesak Badan Gizi Nasional melalui Koordinator Wilayah Murung Raya segera menyelesaikan seluruh proses administrasi. “Sebelum tahun ajaran baru dimulai, dapur ini harus sudah beroperasi. Anak sekolah, ibu hamil, dan lansia sudah menantikan manfaatnya,” tegasnya.
Masyarakat dan investor berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah nyata: mempercepat verifikasi kerja sama, menerbitkan BAST bagi fasilitas yang layak, serta memastikan kepastian hak dan manfaat bagi semua pihak. Program strategis ini tidak boleh terhambat oleh masalah administrasi, demi keadilan bagi investor dan pemenuhan hak gizi warga di pedalaman.
Dari Murung Raya Priadi Garudapost.id

















