Parigi,GARUDAPOST.ID— Pembiaran jalan rusak selama hampir delapan tahun di Desa Tumpapa Indah, Kecamatan Balinggi, Kabupaten Parigi, memicu kemarahan warga. Infrastruktur vital tersebut hingga kini tak kunjung mendapat perbaikan, meski kondisinya kian parah dan membahayakan.
Temuan ini diperoleh dari hasil investigasi Garudapost.id di lapangan, diperkuat dengan keterangan warga dan aparatur desa. Fakta yang mengemuka menunjukkan adanya dugaan kelalaian serius dalam penanganan infrastruktur dasar di wilayah tersebut.
Warga menilai pemerintah daerah seolah tutup mata terhadap kondisi yang mereka alami bertahun-tahun. Jalan yang seharusnya menjadi urat nadi aktivitas ekonomi dan sosial justru berubah menjadi hambatan yang terus memperburuk kehidupan masyarakat.
“Ini bukan satu atau dua tahun. Sudah hampir delapan tahun dibiarkan rusak. Kami seperti tidak dianggap,” tegas salah satu warga dengan nada kecewa.
Kerusakan jalan yang dipenuhi lubang, berlumpur saat hujan, dan berdebu saat kemarau, tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan.
Kondisi ini dinilai sebagai bentuk nyata kegagalan dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Ironisnya, pihak pemerintah desa mengakui telah mengetahui kondisi tersebut. Namun, pengakuan itu belum diikuti dengan langkah konkret maupun kepastian realisasi perbaikan dari instansi terkait.
Situasi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai komitmen dan prioritas pembangunan pemerintah daerah. Warga mendesak adanya tindakan nyata, bukan sekadar janji, mengingat jalan tersebut merupakan akses utama bagi kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya kepercayaan publik yang terkikis, tetapi juga mempertegas lemahnya kehadiran negara dalam menjamin hak dasar masyarakat di daerah.
Tim investigasi Garudapost.id menegaskan akan terus mengawal persoalan ini, termasuk menelusuri pihak-pihak yang bertanggung jawab atas mandeknya penanganan jalan tersebut.








