Kasus Malaria Merekah di Desa Lamu, Puskesmas Batudaa Pantai Gencarkan Penanganan dan Tracing

Kamis, 24 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Limboto, Garudapost.id-puskesmas Batudaa Pantai terus mengintensifkan penanganan medis serta Penyelidikan Epidemiologi (PE) menyusul ditemukannya kasus malaria di Desa Lamu, Kecamatan Batudaa Pantai. Langkah ini diambil untuk menekan penyebaran infeksi agar tidak meluas di tengah masyarakat.

Kepala Puskesmas Batudaa Pantai, Nining Utiarahman, S.ST., mengungkapkan bahwa sebanyak 11 warga teridentifikasi mengidap malaria dan langsung mendapatkan perawatan medis.

​Dari total pasien tersebut, satu orang sempat dirujuk ke Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) pada Senin akibat kondisi kesehatan yang terus menurun hingga mengalami penurunan kesadaran (apatis). Setelah menjalani perawatan intensif di ruang ICU, pasien tersebut dilaporkan meninggal dunia pada Rabu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Pasien sempat dirujuk ke RSAS pada Senin lalu dan meninggal kemarin. Kadar hemoglobin (Hb) pasien saat dirujuk berada di angka 12, yang juga sudah kami laporkan ke dinas terkait,” kata Nining saat dikonfirmasi via telepon, kamis (24/9)

​Kondisi Pasien Lain Membaik
​Meski terdapat korban jiwa, perkembangan kesehatan pasien lainnya relatif menunjukkan tren positif, 4 pasien sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan, 5pasien telah mengikuti pemeriksaan darah ulang dan evaluasi medis, dengan proyeksi bisa dipulangkan jika hasilnya stabil, 1 pasien masih berada di bawah perawatan intensif di Rumah Sakit Otanaha.

​Guna mengantisipasi potensi penularan susulan, Puskesmas Batudaa Pantai menerjunkan tim ke lapangan untuk melacak kontak erat (tracing) serta memeriksa warga yang berisiko. Penyelidikan epidemiologi ini berfokus pada penelusuran riwayat aktivitas, kontak fisik, dan pemetaan faktor risiko lingkungan.

​”Tim kami sudah turun ke lokasi untuk melacak dan memeriksa kesehatan warga. Langkah ini penting untuk memastikan kondisi masyarakat sekaligus mendeteksi dini jika masih ada warga yang bergejala,” jelas Nining.

​Nining mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala khas malaria, seperti demam tinggi, menggigil, atau sakit kepala berat. Penanganan sejak dini sangat krusial untuk mencegah komplikasi fatal.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Hari Kelima,Kisman Ishak Langsung Konsolidasi dan Cek Aset Kendaraan Dinas
Bupati Gorontalo H. Sofyan Puhi, S.T. Lantik Afriyani Katili sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo
Mahasiswa KKN Tematik II 2026 Hadirkan “Mujair Bernilai” untuk Kembangkan Potensi Ekonomi Desa Tabumela
Cegah Kanker Serviks, DWP Kabupaten Gorontalo Perkuat Gerakan Deteksi Dini
Bank SulutGo Hadir Perkuat Sinergi dan Nilai Integritas melalui NAVIGASI IMAN di Kabupaten Gorontalo
Maulid Nabi 1448 H, Wabup Tonny Tekankan Nilai Akhlak dalam Islamic Fashion Carnival
Ketua Srikandi Jaga Desa Maryam Sofyan Puhi Dorong Semarak Maulid Nabi Lewat Islamic Fashion Carnival
SRIKANDI-ABPEDNAS Gelar Pawai Islami, Semarakkan Maulid Nabi
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 16:30

Kasus Malaria Merekah di Desa Lamu, Puskesmas Batudaa Pantai Gencarkan Penanganan dan Tracing

Selasa, 22 September 2026 - 17:48

Hari Kelima,Kisman Ishak Langsung Konsolidasi dan Cek Aset Kendaraan Dinas

Kamis, 17 September 2026 - 10:20

Bupati Gorontalo H. Sofyan Puhi, S.T. Lantik Afriyani Katili sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo

Sabtu, 12 September 2026 - 09:09

Mahasiswa KKN Tematik II 2026 Hadirkan “Mujair Bernilai” untuk Kembangkan Potensi Ekonomi Desa Tabumela

Rabu, 9 September 2026 - 13:53

Cegah Kanker Serviks, DWP Kabupaten Gorontalo Perkuat Gerakan Deteksi Dini

Berita Terbaru