Limboto, Garudapost.id-puskesmas Batudaa Pantai terus mengintensifkan penanganan medis serta Penyelidikan Epidemiologi (PE) menyusul ditemukannya kasus malaria di Desa Lamu, Kecamatan Batudaa Pantai. Langkah ini diambil untuk menekan penyebaran infeksi agar tidak meluas di tengah masyarakat.
Kepala Puskesmas Batudaa Pantai, Nining Utiarahman, S.ST., mengungkapkan bahwa sebanyak 11 warga teridentifikasi mengidap malaria dan langsung mendapatkan perawatan medis.
Dari total pasien tersebut, satu orang sempat dirujuk ke Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) pada Senin akibat kondisi kesehatan yang terus menurun hingga mengalami penurunan kesadaran (apatis). Setelah menjalani perawatan intensif di ruang ICU, pasien tersebut dilaporkan meninggal dunia pada Rabu.
”Pasien sempat dirujuk ke RSAS pada Senin lalu dan meninggal kemarin. Kadar hemoglobin (Hb) pasien saat dirujuk berada di angka 12, yang juga sudah kami laporkan ke dinas terkait,” kata Nining saat dikonfirmasi via telepon, kamis (24/9)
Kondisi Pasien Lain Membaik
Meski terdapat korban jiwa, perkembangan kesehatan pasien lainnya relatif menunjukkan tren positif, 4 pasien sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan, 5pasien telah mengikuti pemeriksaan darah ulang dan evaluasi medis, dengan proyeksi bisa dipulangkan jika hasilnya stabil, 1 pasien masih berada di bawah perawatan intensif di Rumah Sakit Otanaha.
Guna mengantisipasi potensi penularan susulan, Puskesmas Batudaa Pantai menerjunkan tim ke lapangan untuk melacak kontak erat (tracing) serta memeriksa warga yang berisiko. Penyelidikan epidemiologi ini berfokus pada penelusuran riwayat aktivitas, kontak fisik, dan pemetaan faktor risiko lingkungan.
”Tim kami sudah turun ke lokasi untuk melacak dan memeriksa kesehatan warga. Langkah ini penting untuk memastikan kondisi masyarakat sekaligus mendeteksi dini jika masih ada warga yang bergejala,” jelas Nining.
Nining mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala khas malaria, seperti demam tinggi, menggigil, atau sakit kepala berat. Penanganan sejak dini sangat krusial untuk mencegah komplikasi fatal.


























