Kelangkaan dan Mahalnya Gas Elpiji 3 Kg di Menui Kepulauan Disorot, Warga Diminta Dapat Kepastian Akses Kebutuhan Dasar

Minggu, 26 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SULTENG,GarudaPost.id – Morowali, 26 April 2026 – Persoalan distribusi dan ketersediaan gas elpiji 3 kilogram di Kecamatan Menui Kepulauan kembali menjadi sorotan publik. Wilayah yang secara geografis berada di kawasan terluar Provinsi Sulawesi Tengah dan berbatasan langsung dengan Provinsi Sulawesi Tenggara itu dinilai masih menghadapi kesulitan dalam memperoleh kebutuhan dasar masyarakat.

 

Meski secara administratif masuk dalam wilayah Kabupaten Morowali, akses ekonomi masyarakat Menui Kepulauan selama ini lebih dominan terhubung ke Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Kondisi tersebut menyebabkan warga kerap bergantung pada distribusi barang dari wilayah tetangga, termasuk kebutuhan gas elpiji 3 kilogram.

 

Aktivis sosial dan pemerhati pembangunan wilayah kepulauan, Sumanto Ilyas Garusu, menilai persoalan yang ramai diberitakan di media online bukan semata terkait dugaan tindak pidana penyelundupan gas elpiji 3 kilogram oleh oknum tertentu. Menurutnya, substansi utama persoalan adalah kepastian masyarakat dalam mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar berupa gas subsidi.

 

“Masalah ini sering kali dilupakan dan terus berulang. Yang harus dilihat adalah bagaimana masyarakat bisa mendapatkan gas elpiji 3 kilogram dengan layak dan terjangkau,” ujarnya.

 

Ia mengungkapkan sejumlah persoalan yang selama ini dialami masyarakat Menui Kepulauan. Pertama, harga gas elpiji di wilayah tersebut disebut menembus Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per tabung, jauh di atas harga normal. Kedua, distribusi gas masih menggunakan kapal penumpang yang dinilai rawan terhadap keselamatan. Ketiga, warga yang membeli gas ke Kendari untuk kebutuhan sendiri kerap berbenturan dengan persoalan hukum dan dianggap melakukan penyelundupan.

 

Atas kondisi itu, Sumanto meminta Pemerintah Kabupaten Morowali bersama pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk menjamin kebutuhan masyarakat.

 

Ia merekomendasikan agar pemerintah memastikan ketersediaan gas elpiji 3 kilogram dengan harga standar, memberikan pendampingan hukum apabila masyarakat benar-benar mengalami kriminalisasi saat berupaya memperoleh gas subsidi, serta melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara apabila distribusi dari Morowali belum mampu menjawab kebutuhan warga Menui Kepulauan.

 

“Jangan bermimpi soal pembangunan infrastruktur besar, jika hak dasar kebutuhan masyarakat Menui Kepulauan saja belum bisa direalisasikan,” tegasnya.

 

Sebagai informasi, Sumanto Ilyas Garusu juga merupakan mantan Ketua Umum Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Morowali Sulawesi Tenggara (Hipperwali-Sultra) yang selama ini aktif menyuarakan isu sosial, pembangunan daerah, dan kepentingan masyarakat pesisir serta kepulauan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih di Puntari Makmur Capai 60 Persen, Ditargetkan Rampung Bulan Depan
Resmi Dilantik, Feldianto S.H Jabat Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib Lapas Kelas IIB Luwuk
Apa Beda Lapas dan Rutan? Kalapas Kelas IIA Palu Makmur Jelaskan Fungsi dan Tujuannya
Kapolda Sulteng Resmikan 5 Gedung Baru Polres Morowali, Kapolres Sampaikan Apresiasi
Lawatan di Polres Morowali Utara, Kapolda Sulteng serahkan Bansos serta resmikan Gedung Badminton Dhira Brata
Kajari Morowali Terima Kunjungan Kerja Kapolda Sulteng, Peresmian Gedung Baru Polres Morowali Jadi Agenda Utama
Dari Pembinaan ke Kemandirian: LPKA Palu Panen Perdana Sawi Hidroponik
Kapolda Sulteng Irjen Endi Sutendi Tiba di Morowali, Kapolres AKBP Zulkarnain Sambut dengan Pengalungan Bunga

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 14:32

Kelangkaan dan Mahalnya Gas Elpiji 3 Kg di Menui Kepulauan Disorot, Warga Diminta Dapat Kepastian Akses Kebutuhan Dasar

Minggu, 26 April 2026 - 10:23

Pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih di Puntari Makmur Capai 60 Persen, Ditargetkan Rampung Bulan Depan

Minggu, 26 April 2026 - 09:19

Resmi Dilantik, Feldianto S.H Jabat Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib Lapas Kelas IIB Luwuk

Jumat, 24 April 2026 - 21:05

Apa Beda Lapas dan Rutan? Kalapas Kelas IIA Palu Makmur Jelaskan Fungsi dan Tujuannya

Jumat, 24 April 2026 - 20:16

Kapolda Sulteng Resmikan 5 Gedung Baru Polres Morowali, Kapolres Sampaikan Apresiasi

Berita Terbaru