Subang,Ketua Pemilihan Kepala Desa Jatimulyo Satam,S.Pd.,M.M resmi membuka Pendaftaran calon Kepala Desa serta menghimbau kepada masyarakat untuk menggunakan Hak Pilihnya serta menjaga Kondusivitas
Ketua Pilkades Desa Jatimulyo mengatakan,bahwa Pendaftaran Calon Kepala Desa Jatimulya, Kecamatan Compreng ,Kabupaten Subang, telah Resmi dibuka oleh Panitia Pemilihan Kepala Desa,Minggu (30/8/2026)
” Pendaftaran calon kepala desa dimulai 30 Agustus sampai 7 September 2026 di Sekretariat Desa Jatimulya ,mulai jam 08.00 sampai 16.00 WIB” terang Satam
Satam,Spd.,M.M, Kepada Awak Media mengatakan bagi masyarakat atau Calon Kepala Desa yang berdomisili di Desa Jatimulya yang ingin mencalonkan menjadi Calon Kepala Desa bisa mendaftarkan diri ke Sekretariat dengan membawa kelengkapan persyaratan
” Pemungutan suara Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak akan dilaksanakan pada 6 Desember 2026,maka masih ada kesempatan bagi masyarakat yang ingin mencalonkan” lanjut Satam.
Satam juga menjelaskan ada tahapan-tahapan pemilihan kepala desa sebelum hari H.Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Di Kabupaten Subang tahun 2026 dimulai sejak awal Agustus 2026 dan puncaknya pada hari pemungutan suara tanggal 6 Desember 2026.
Tahap pertama : Pembentukan Panitia Pemilihan Tingkat Desa di awal Agustus 2026,yaitu 18 – 30 Agustus 2026
Tahap Kedua : Sosialisasi keliling, pemasangan baliho, dan penyebaran pamflet pendaftaran bakal calon.
30 Agustus – 7 September 2026
Tahap ketiga : Pembukaan masa pendaftaran bagi bakal calon kepala desa.
Menjelang Desember 2026: Verifikasi persyaratan, penetapan calon, masa kampanye, hingga simulasi pemungutan suara (termasuk penerapan sistem digital untuk sebagian TPS
Maka agar pesta demokrasi rakyat tingkat Desa berjalan aman dan lancar Satam menghimbau kepada masyarakat agar menggunakan hak pilihnya sesuai pilihan hati nuraninya
Dalam Pesta Demokrasi beda pilihan itu merupakan hak setiap warga dan dilindungi oleh undang- undang,tetap jaga keamanan dan ketertiban Desa kita.Kalah menang jangan menjadi pemicu keretakan silaturahmi antara warga karena setelah pemilihan terakhir kita akan kumpul kembali dan beraktivitas seperti biasa serta bersama dalam membangun desa dilingkungan yang kita tempati” tutupnya

























