Komunitas Nyaiwerek Jayawijaya Gelar Pertemuan Perdana, Bahas Penguatan SDM dan Advokasi Isu Daerah

Jumat, 8 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAMENA, Garudapost.id – Komunitas Nyaiwerek Kembangkan Potensi Kabupaten Jayawijaya menggelar pertemuan perdana bersama sejumlah organisasi non-pemerintah (NGO) dan komunitas lokal di Sekretariat FOKER LSM Papua, Jalan Bhayangkara, Wamena, Jumat (8/5/2026). Pertemuan tersebut membahas penyusunan program prioritas guna mendorong pengembangan potensi masyarakat di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.

Kegiatan ini dihadiri perwakilan delapan NGO dan 12 komunitas yang tergabung dalam jaringan Nyaiwerek Kembangkan Potensi Jayawijaya. Sejumlah NGO yang hadir di antaranya Embun Papua, Yasera, FOKER, YBAW, Humi Inane, Yasumat, Yapeksmi, serta Keadilan dan Keutuhan Manusia. Sementara komunitas yang terlibat antara lain Komunitas Wisata Kabupaten Jayawijaya, Sekolah Adat, Perempuan Hubula, YAP, Lentera Literasi, Gasing Center Papua, Kumbi Waru, Jaringan Perempuan Jayawijaya, Komunitas Pemberantasan Miras dan Lem Aibon, SSH, Militaka Papua, dan PPT-KJ.

Pertemuan dipimpin langsung oleh Ketua i Penias Itlay dan Sekretaris kedison kogoya Nyaiwerek Kembangkan Potensi Kabupaten Jayawijaya dan dalam pertemuan tersebut berbagai masukan dari perwakilan NGO dan komunitas menjadi isu strategis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua I Nyaiwerek Kembangkan Potensi Kabupaten Jayawijaya, Penias Itlay, mengatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari diskusi awal yang sebelumnya dilakukan melalui Zoom Meeting bersama sejumlah pakar dan donor.

Menurutnya, diskusi awal tersebut membahas berbagai potensi anak muda di Kabupaten Jayawijaya, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta advokasi sosial dan lingkungan yang selama ini telah dijalankan oleh sejumlah komunitas dan NGO di daerah tersebut.

“Melalui diskusi itu, teman-teman dari pihak donor dan pakar ingin mendukung proses-proses yang selama ini sudah dilakukan oleh komunitas dan NGO di Kabupaten Jayawijaya. Karena itu, kami diminta menyusun program prioritas yang menjadi kebutuhan utama daerah,” ujar Penias.

Ia menjelaskan, dalam pertemuan perdana tersebut seluruh peserta menyepakati sejumlah agenda prioritas, di antaranya penguatan kapasitas kelembagaan, peningkatan sumber daya manusia (SDM), penguatan sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat, hingga advokasi lingkungan dan perlindungan masyarakat hukum adat.

Selain itu, kata Penias, hasil pertemuan juga akan disampaikan kepada pihak donor dan mitra pendukung lainnya sebagai bentuk laporan terkait gerakan-gerakan masyarakat sipil yang telah dilakukan di Jayawijaya.

“Kami ingin menunjukkan bahwa gerakan anak muda di Jayawijaya selama ini sudah berjalan. Ada banyak persoalan yang kami hadapi, tetapi juga ada solusi-solusi yang telah dihimpun bersama untuk dikembangkan lebih lanjut,” katanya.

Ia menambahkan, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan, baik dari pemerintah maupun lembaga donor, guna mendukung pengembangan potensi lokal masyarakat Jayawijaya, termasuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan advokasi, penyusunan perda pengakuan masyarakat hukum adat, hingga penguatan regulasi daerah di tingkat provinsi.

Menurut Penias, Kabupaten Jayawijaya memiliki potensi ekonomi lokal yang besar, termasuk pengelolaan 12 objek wisata yang selama ini dijalankan secara mandiri oleh masyarakat. Namun keterbatasan sumber daya manusia masih menjadi kendala utama dalam pengembangan berbagai potensi tersebut.

“Karena itu, penguatan SDM menjadi sangat penting supaya pengelolaan program dan potensi lokal ke depan bisa lebih baik dan maju,” ujarnya.

Ia menegaskan, apabila dukungan dari donor maupun pemerintah tersedia, maka seluruh program akan dijalankan secara kolaboratif antara NGO dan komunitas yang tergabung dalam Nyaiwerek Kembangkan Potensi Jayawijaya.

“Kerja kami berbasis kolaborasi, bukan berjalan sendiri-sendiri. Setiap NGO dan komunitas akan menangani isu sesuai bidang gerakannya masing-masing, sementara Nyaiwerek berperan melakukan kontrol dan koordinasi di lapangan,” jelasnya

Di akhir pernyataannya, Penias berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah, lembaga donor, maupun berbagai pihak lainnya untuk mendorong gerakan anak muda di Papua Pegunungan.

Menurutnya, gerakan anak muda memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai masyarakat hukum adat, sekaligus membangun karakter dan pola pikir generasi muda di wilayah Papua Pegunungan.(*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PMKRI Jayawijaya Tutup MPAB-MABIM, 53 Peserta Tuntaskan Proses Kaderisasi
Del hilapok Dari Belah Kayu hingga Raih Gelar S.Sos
Ketua HMKJ Wamena Desak Pemkab Jayawijaya Evaluasi Kepala BPMK, 40 Kepala Distrik dan 328 Kepala Kampung
Kuasa Hukum Ahli Waris Kosi Alua Minta Pemda Jayawijaya Jelaskan Penyaluran Bantuan Beras
Aktivis Muda Jayawijaya Minta Pemkab Jelaskan Kewenangan Pengelolaan Dana Desa 2026
YBAW Gelar Lokakarya Finalisasi Tata Batas Empat Wilayah Adat di Jayawijaya
Tim Embun Papua Audiensi dengan Sekda Lanny Jaya Bahas Perda PPMHA
PMKRI Jayawijaya Digelar MPAB-MABIM 2026, 87 Peserta Siap Ikuti Proses Kaderisasi
Berita ini 140 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 01:18

PMKRI Jayawijaya Tutup MPAB-MABIM, 53 Peserta Tuntaskan Proses Kaderisasi

Minggu, 27 September 2026 - 15:50

Del hilapok Dari Belah Kayu hingga Raih Gelar S.Sos

Jumat, 25 September 2026 - 22:13

Ketua HMKJ Wamena Desak Pemkab Jayawijaya Evaluasi Kepala BPMK, 40 Kepala Distrik dan 328 Kepala Kampung

Rabu, 23 September 2026 - 15:44

Kuasa Hukum Ahli Waris Kosi Alua Minta Pemda Jayawijaya Jelaskan Penyaluran Bantuan Beras

Rabu, 23 September 2026 - 15:21

Aktivis Muda Jayawijaya Minta Pemkab Jelaskan Kewenangan Pengelolaan Dana Desa 2026

Berita Terbaru

oplus_0

Kabupaten Jayawijaya

STT Arastamar Wamena Gelar Wisuda Sarjana ke-XV dan Magister ke-IX

Senin, 28 Sep 2026 - 08:16

Kabupaten Jayawijaya

PMKRI Jayawijaya Tutup MPAB-MABIM, 53 Peserta Tuntaskan Proses Kaderisasi

Senin, 28 Sep 2026 - 01:18