Kuatkan Batin Di Masa Pidana, Warga Binaan Protestan Lapas Tual Tekuni Bimbingan Firman Tuhan

Selasa, 12 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id-Langgur/Dinding jeruji besi bukanlah penghalang bagi Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual untuk memperdalam iman dan mencari kedamaian batin. Melalui program pembinaan kepribadian yang rutin digelar, warga binaan yang beragama Protestan tampak khidmat mengikuti bimbingan rohani dan pendalaman alkitab di Gereja Oikumene Lapas Tual, Selasa (12/05).

Program bimbingan firman Tuhan ini merupakan hasil kerja sama berkelanjutan antara Lapas Kelas IIB Tual dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Maluku Tenggara untuk memberikan penguatan spiritual bagi warga binaan selama menjalani masa pidana.

Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik dan Giatja (Kasi Binadik), Iswan Ternate, menjelaskan bahwa pembinaan rohani adalah fondasi utama dalam proses perubahan perilaku warga binaan.
“Kami ingin mereka keluar dari sini tidak hanya membawa keterampilan fisik, tetapi juga karakter yang telah diperbaharui. Bimbingan rohani ini adalah cara kami menguatkan batin mereka agar tetap tegar menghadapi masa pidana dan tidak lagi mengulangi kesalahan di masa depan,” ungkap Iswan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hadir sebagai pemberita firman, Meilan Meike Simaela, salah satu Penyuluh Agama Kristen dari Kemenag Maluku Tenggara, menyatakan kekagumannya atas antusiasme para warga binaan. Ia menekankan bahwa setiap manusia berhak atas kesempatan kedua melalui pertobatan.
“Firman Tuhan memberikan pengharapan bahwa di balik kesulitan selalu ada rencana pemulihan. Kami fokus pada penguatan mental dan mengajak mereka untuk melihat masa depan dengan optimisme. Kehadiran kami di sini adalah untuk menemani perjalanan iman mereka agar tetap lurus,” ujarnya.

Suasana haru dan penuh syukur juga terpancar dari salah seorang warga binaan, Petu. Baginya, kegiatan ibadah rutin ini menjadi oase di tengah rutinitas di dalam Lapas.
“Dulu saya merasa kehilangan arah, tapi melalui bimbingan firman Tuhan di gereja Lapas ini, saya merasa dikuatkan kembali. Di sini saya belajar bahwa Tuhan masih sayang pada kami. Ini yang membuat saya kuat menjalani sisa masa pidana dengan lebih sabar dan ikhlas,” tuturnya.

Dengan pembinaan yang intensif, Lapas Tual berharap para warga binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang religius, santun, dan mampu memberikan kontribusi positif di lingkungan mereka masing-masing.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ibadah Gereja Oikumene Sarana Pembinaan Mental dan Rohani Bagi Warga Binaan
Lapas Geser Gelar Sosialisasi Anti Korupsi dan Konflik Kepentingan Menuju Pelayanan Prima yang Transparan dan Berintegritas
Razia Rutin Lapas Saparua, Petugas Amankan Sejumlah Barang Terlarang
Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Bandanaira Kembali Panen 30 Ikat Kacang Panjang di Lahan SAE
Lapas Bandanaira Hadiri Pawai Ta’aruf 1 Muharram 1448 H, Perkuat Sinergitas Bersama Forkopimcam Banda
Wujud Sinergi dan Teladan Toleransi, Kalapas Geser Ikuti Pawai Akbar 1 Muharram 1448 H Di Negeri Geser
Tutup Program Magang, Lapas Saumlaki Lepas Peserta dengan Penuh Apresiasi
Penataan Hunian dan Pembinaan Jadi Fokus, Rutan Ambon Pindahkan 5 Narapidana ke Lapas Ambon
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:52

Ibadah Gereja Oikumene Sarana Pembinaan Mental dan Rohani Bagi Warga Binaan

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:46

Lapas Geser Gelar Sosialisasi Anti Korupsi dan Konflik Kepentingan Menuju Pelayanan Prima yang Transparan dan Berintegritas

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:36

Razia Rutin Lapas Saparua, Petugas Amankan Sejumlah Barang Terlarang

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:20

Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Bandanaira Kembali Panen 30 Ikat Kacang Panjang di Lahan SAE

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:11

Lapas Bandanaira Hadiri Pawai Ta’aruf 1 Muharram 1448 H, Perkuat Sinergitas Bersama Forkopimcam Banda

Berita Terbaru