Jakarta,GARUDAPOST.ID- Langkah konkret Prof. Nelson Pomalingo dalam mendorong integrasi dunia pendidikan dengan sektor riil kembali diperlihatkan melalui rapat strategis bersama Menko Pangan, Zulkifli Hasan, Selasa (14/4).
Pertemuan ini menjadi tindak lanjut langsung dari kunjungan lapangan sebelumnya di Lampung.
Dalam rapat tersebut, Prof. Nelson membahas percepatan perencanaan hingga tahap implementasi pembangunan pusat pembibitan tanaman perkebunan dan kehutanan. Kawasan ini dirancang tidak hanya sebagai pusat produksi bibit unggul, tetapi juga sebagai ruang praktik mahasiswa, laboratorium riset, serta pusat inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.
.
Sebagai figur yang dikenal berhasil membangun fondasi pembangunan daerah selama dua periode memimpin Kabupaten Gorontalo, Nelson menegaskan bahwa konsep integrasi ini adalah jawaban atas kebutuhan pembangunan masa depan.
“Ini bukan sekadar proyek, tetapi model pembangunan terpadu. Kampus harus hadir sebagai pusat solusi, riset harus berdampak, dan masyarakat harus menjadi penerima manfaat utama,” tegas Nelson.
Program ini akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan strategis, di antaranya Kementerian Pertanian RI, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Indonesia Mandiri Lampung, serta pemerintah daerah setempat.
Kolaborasi lintas sektor ini diyakini akan mempercepat terwujudnya kawasan terpadu yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan.
Lebih jauh, Nelson menekankan bahwa pengembangan pusat pembibitan ini merupakan bagian dari upaya besar menuju kemandirian pangan nasional sekaligus penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.
“Dengan pengalaman membangun dari daerah, saya yakin pendekatan kolaboratif seperti ini akan menjadi kunci. Kita dorong lahirnya model percontohan nasional yang bisa direplikasi di berbagai wilayah,” ujarnya.
Kehadiran Prof. Nelson Pomalingo dalam proyek strategis ini sekaligus menegaskan peran penting putra daerah Gorontalo di tingkat nasional membawa pengalaman, gagasan, dan komitmen untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi masyarakat Indonesia















