Garudapost.id-Piru/Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru melaksanakan penggeledahan rutin kamar hunian dan tes urine terhadap Warga Binaan serta pegawai pada Selasa (3/11), sebagai upaya deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban sekaligus memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan Lapas. Kegiatan dilaksanakan oleh Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kamtib), Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP), serta Seksi Perawatan.
Penggeledahan dilaksanakan dengan menyasar Blok A, Kamar A2 hingga A04, dalam penggeledahan tersebut, petugas menemukan satu gelas kaca, dua sendok stainless, satu paku, dan satu alat cukur. Seluruh barang temuan diamankan untuk didata sesuai prosedur dan akan dimusnahkan.
Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban, Hendro Suatrian, menyampaikan bahwa penggeledahan rutin merupakan langkah preventif untuk memastikan kondisi kamar hunian tetap aman dan tertib.
“Penggeledahan ini menjadi bagian dari deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan. Setiap temuan kami tindak lanjuti sesuai prosedur,” ujarnya.
Senada, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas, Arifin Arief, menegaskan pentingnya pengawasan berkelanjutan terhadap kamar hunian. “Pengawasan harus dilakukan secara konsisten untuk mencegah masuk dan beredarnya barang-barang yang berpotensi mengganggu keamanan Lapas,” ungkapnya.
Selain penggeledahan, petugas juga melaksanakan tes urine terhadap empat orang Warga Binaan dan satu orang pegawai. Pemeriksaan menggunakan alat tes dengan sepuluh indikator narkoba, meliputi AMP, MET, THC, COC, MOP/OPI, BZO, MDMA, MTD, PCP, dan SOMA. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta dinyatakan negatif.
Perawat Lapas Piru, Ns. Suryani, menjelaskan bahwa pemeriksaan tersebut merupakan langkah pencegahan dari aspek kesehatan. “Berdasarkan hasil pemeriksaan, kelima peserta menunjukkan hasil negatif pada seluruh parameter yang diperiksa,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Subseksi Keamanan, Williams Lelapary, menjelaskan bahwa pengawasan juga dilakukan secara langsung selama proses tes urine berlangsung. “Kami turut mengawasi proses pengambilan sampel urine di toilet untuk memastikan pemeriksaan berjalan sesuai prosedur dan mencegah kemungkinan terjadinya kecurangan,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan dan pemberantasan narkoba. “Kami berkomitmen menjaga Lapas Piru tetap aman, kondusif, dan bersih dari narkoba melalui langkah pencegahan serta pengawasan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Piru terus memperkuat deteksi dini sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan berintegritas.



















