MANOKWARI, Garudapost.id– Mahasiswa asal Kabupaten Tolikara yang sedang menempuh pendidikan di Kota Studi Manokwari menyampaikan sejumlah aspirasi kepada perwakilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolikara yang mengunjungi mahasiswa di Kontrakan Lanny Jaya, Mulyono, Manokwari, Senin (20/7/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara mahasiswa dan pemerintah daerah untuk mendengarkan secara langsung berbagai kebutuhan serta persoalan yang dihadapi mahasiswa Tolikara selama menjalani pendidikan di Kota Studi Manokwari.
Dalam pertemuan itu, mahasiswa menyampaikan sejumlah persoalan, mulai dari keterlambatan bantuan pendidikan, kebutuhan biaya kuliah, kondisi tempat tinggal yang belum memadai, hingga minimnya perhatian terhadap kesejahteraan mahasiswa.
Mahasiswa berharap Pemkab Tolikara dapat memberikan perhatian serius serta mengambil langkah konkret untuk menjawab berbagai kebutuhan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah.
Berdasarkan pantauan di lokasi, perwakilan Pemkab Tolikara bahkan menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tolikara melalui sambungan telepon agar aspirasi dan keluhan mahasiswa dapat didengar secara langsung oleh pihak terkait.
Perwakilan sekaligus penghubung Pemerintah Kabupaten Tolikara dan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, Desmon Wanimbo, mengatakan dirinya mendapat tugas untuk menerima seluruh aspirasi mahasiswa dan meneruskannya kepada pemerintah daerah.
“Saya hadir di sini untuk mendengarkan keluh kesah adik-adik mahasiswa dan menghubungkannya kepada Pemerintah Kabupaten Tolikara maupun Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan,” ujarnya.
Desmon mempersilakan mahasiswa menyampaikan seluruh persoalan yang dihadapi secara terbuka. Menurutnya, setiap aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi untuk diteruskan kepada pemerintah daerah agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan.
Sementara itu, perwakilan pengurus mahasiswa Tolikara menyampaikan bahwa salah satu kebutuhan paling mendesak adalah pembangunan asrama mahasiswa yang layak di Kota Studi Manokwari.
Menurut mahasiswa, pemerintah pada periode sebelumnya telah membeli sebidang tanah di kawasan Gunung Meja, Amban, yang direncanakan untuk pembangunan asrama mahasiswa Tolikara. Namun, hingga kini pembangunan tersebut belum direalisasikan.
“Kami berharap pada anggaran tahun berjalan, pembangunan asrama mahasiswa dapat diprioritaskan sehingga mahasiswa Tolikara yang kuliah di Manokwari memiliki tempat tinggal yang layak dan dapat belajar dengan tenang,” ungkapnya.
Selain pembangunan asrama, mahasiswa juga meminta pemerintah segera memproses bantuan pendidikan, termasuk biaya kuliah dan kebutuhan penunjang studi lainnya. Dukungan tersebut dinilai penting agar mahasiswa tidak mengalami hambatan dalam mengikuti proses perkuliahan dan dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu.
Mahasiswa berharap perhatian dan dukungan pemerintah terhadap mahasiswa dapat terus ditingkatkan. Dengan dukungan tersebut, mahasiswa asal Tolikara diharapkan mampu menyelesaikan pendidikan dan nantinya kembali mengabdi serta berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Tolikara.
Menanggapi aspirasi tersebut, perwakilan Pemerintah Kabupaten Tolikara menyatakan menerima seluruh masukan yang disampaikan mahasiswa. Aspirasi tersebut akan diteruskan kepada pimpinan daerah sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut.
Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Mahasiswa berharap komunikasi antara mahasiswa dan pemerintah daerah dapat terus dibangun secara terbuka dan berkelanjutan, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia asal Kabupaten Tolikara.(*)

















