Garudapost.id-Saumlaki/Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saumlaki kembali memanen 12 kilogram sawi segar hasil budidaya warga binaan, Rabu (21/10). Kegiatan ini menjadi bagian dari pengembangan program ketahanan pangan sekaligus pembinaan kemandirian di bidang pertanian.
Kegiatan pertanian tersebut memanfaatkan lahan yang tersedia di lingkungan lapas sebagai sarana pembelajaran bagi warga binaan. Melalui proses penanaman hingga panen, warga binaan dibekali keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah menyelesaikan masa pidana.
Kepala Lapas Saumlaki, Agung Wibowo, menyampaikan bahwa kegiatan pertanian terus dikembangkan untuk mendorong produktivitas warga binaan. “Kami ingin warga binaan memperoleh keterampilan yang bermanfaat melalui kegiatan pertanian, sekaligus berkontribusi mendukung ketahanan pangan di lapas,” ujarnya.
Senada, Kepala Subseksi Pembinaan, David Philippus, menambahkan bahwa kegiatan ini juga melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemandirian warga binaan. Ia berharap program pertanian dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi proses pembinaan.
Hasil panen sebanyak 12 kilogram sawi segar dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan di lingkungan lapas. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pembinaan tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga menghasilkan produk yang bermanfaat.
Di tempat terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mengapresiasi pengembangan pertanian di Lapas Saumlaki. Ia berharap program tersebut terus ditingkatkan sebagai bentuk pembinaan kemandirian yang produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Saumlaki terus berkomitmen mengoptimalkan lahan pembinaan dan membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian yang bermanfaat.
















