Pemuda Abusa Gotong Royong Rehabilitasi Bantaran Kali Baliem, Antisipasi Banjir dan Kembangkan Kopi Lokal

Sabtu, 18 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id, Wamena– Sejumlah pemuda di Desa Abusa, Distrik Kurulu, Kabupaten Jayawijaya, melakukan aksi gotong royong untuk merehabilitasi bantaran Kali Baliem pada Jumat (17/04/2026).

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mencegah banjir sekaligus mendukung pengembangan tanaman kopi lokal yang sebelumnya terdampak bencana.

Salah satu pemuda setempat, Frenky Alua, mengungkapkan bahwa pada tahun sebelumnya dirinya pernah menanam kopi di lahan yang sama dengan seluas lebih dari satu hektare. Namun, akibat hujan deras yang menyebabkan banjir, sebagian besar tanaman kopi tersebut gagal tumbuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebagian kecil saja yang berhasil. Hari ini kami kembali menanam bibit kopi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kondisi Kali Baliem saat ini telah mengalami perubahan signifikan dibandingkan masa lalu. Ketika hujan deras turun, air sungai lebih mudah meluap dan menyebabkan banjir di sepanjang bantaran sungai.

Menurutnya, dulu Kali Baliem tidak terlalu melebar, tidak rawan longsor, serta memiliki kedalaman yang cukup dengan kekayaan ikan dan udang yang melimpah. Namun kini, sungai menjadi dangkal dan pohon-pohon kasuari besar di sepanjang bantaran sungai sudah banyak yang hilang.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat setempat berinisiatif membuat timbunan tanah di sekitar lahan perkebunan sebelum melakukan penanaman kembali. Upaya ini bertujuan agar air banjir tidak langsung masuk ke area tanaman kopi.

“Kami lakukan ini secara gotong royong sebagai bagian dari rehabilitasi bantaran Kali Baliem,” kata Frenky.

Ia juga menilai bahwa wilayah tersebut memiliki potensi ekonomi lokal yang cukup besar, khususnya di sektor pertanian seperti kopi. Namun, generasi muda saat ini menghadapi berbagai tantangan di tengah perkembangan zaman.

“Kita harus sadar bahwa potensi ekonomi daerah kita sangat besar. Jangan sampai dikelola oleh orang lain, sementara kita hanya menjadi penonton,” tegasnya.

Kegiatan ini diharapkan kedepannya perhatian serus oleh semua pihak terutama pemberintah daerah dari hilir sampe hulu sungai balim. Agar masyarakat  menjaga lingkungan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi  lokal di Kabupaten Jayawijaya terus hidup.(*)

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Anak Muda Jadi Target Utama Penyalahgunaan Obat-Obatan Tertentu, BPOM Bunyikan Alarm Bahaya
Zulfikar Usira Tegaskan Komitmen DPRD Kawal Penguatan UMKM, Rp16 Miliar Disiapkan untuk Ekonomi Rakyat
SMK Yasores Wamena Buka Pendaftaran Siswa Baru, Tanpa Biaya Pendaftaran
Ketua TP PKK Majalengka Perkuat Peran Kader Melalui Monev 10 Program Pokok PKK ke 26 Kecamatan dan Penyaluran Bantuan
Majalengka Raih Opini WTP ke-13 Berturut-turut, Bukti Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel.
Program Makan Bergizi Gratis di SDN Segarjaya II Dinilai Bantu Pemenuhan Gizi Anak
*Saat Kepedulian Mengetuk Pintu Harapan: Bang YD Bantu Janda dan Keluarga Kurang Mampu di Gunungsitoli*
Frengky Alua Ajak Generasi Muda Kurulu Hidupkan Kembali Budaya Tanam Ubi untuk Perkuat Ekonomi Keluarga
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:27

Anak Muda Jadi Target Utama Penyalahgunaan Obat-Obatan Tertentu, BPOM Bunyikan Alarm Bahaya

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:27

Zulfikar Usira Tegaskan Komitmen DPRD Kawal Penguatan UMKM, Rp16 Miliar Disiapkan untuk Ekonomi Rakyat

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:45

SMK Yasores Wamena Buka Pendaftaran Siswa Baru, Tanpa Biaya Pendaftaran

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:28

Ketua TP PKK Majalengka Perkuat Peran Kader Melalui Monev 10 Program Pokok PKK ke 26 Kecamatan dan Penyaluran Bantuan

Rabu, 10 Juni 2026 - 03:59

Majalengka Raih Opini WTP ke-13 Berturut-turut, Bukti Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel.

Berita Terbaru