Garudapost.id, Wamena– Sejumlah pemuda di Desa Abusa, Distrik Kurulu, Kabupaten Jayawijaya, melakukan aksi gotong royong untuk merehabilitasi bantaran Kali Baliem pada Jumat (17/04/2026).
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mencegah banjir sekaligus mendukung pengembangan tanaman kopi lokal yang sebelumnya terdampak bencana.
Salah satu pemuda setempat, Frenky Alua, mengungkapkan bahwa pada tahun sebelumnya dirinya pernah menanam kopi di lahan yang sama dengan seluas lebih dari satu hektare. Namun, akibat hujan deras yang menyebabkan banjir, sebagian besar tanaman kopi tersebut gagal tumbuh.
“Sebagian kecil saja yang berhasil. Hari ini kami kembali menanam bibit kopi,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kondisi Kali Baliem saat ini telah mengalami perubahan signifikan dibandingkan masa lalu. Ketika hujan deras turun, air sungai lebih mudah meluap dan menyebabkan banjir di sepanjang bantaran sungai.
Menurutnya, dulu Kali Baliem tidak terlalu melebar, tidak rawan longsor, serta memiliki kedalaman yang cukup dengan kekayaan ikan dan udang yang melimpah. Namun kini, sungai menjadi dangkal dan pohon-pohon kasuari besar di sepanjang bantaran sungai sudah banyak yang hilang.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat setempat berinisiatif membuat timbunan tanah di sekitar lahan perkebunan sebelum melakukan penanaman kembali. Upaya ini bertujuan agar air banjir tidak langsung masuk ke area tanaman kopi.
“Kami lakukan ini secara gotong royong sebagai bagian dari rehabilitasi bantaran Kali Baliem,” kata Frenky.
Ia juga menilai bahwa wilayah tersebut memiliki potensi ekonomi lokal yang cukup besar, khususnya di sektor pertanian seperti kopi. Namun, generasi muda saat ini menghadapi berbagai tantangan di tengah perkembangan zaman.
“Kita harus sadar bahwa potensi ekonomi daerah kita sangat besar. Jangan sampai dikelola oleh orang lain, sementara kita hanya menjadi penonton,” tegasnya.
Kegiatan ini diharapkan kedepannya perhatian serus oleh semua pihak terutama pemberintah daerah dari hilir sampe hulu sungai balim. Agar masyarakat menjaga lingkungan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi lokal di Kabupaten Jayawijaya terus hidup.(*)








