GORONTALO, Garudapost.Id — Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Gorontalo sukses menggelar rangkaian Konferensi Kerja Cabang (Konkercab) I tahun 2026 di berbagai wilayah se Kabupaten Gorontalo.Langkah strategis ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas hasil Konferensi Kerja Kabupaten Gorontalo pada 18 Juli 2026 serta menjalankan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PGRI.
Guna memastikan jalannya konsolidasi organisasi, Pengurus PGRI Kabupaten Gorontalo mengeluarkan Surat Tugas Nomor: 042/SPT/PGRI Kab. Gto/V/2026 tanggal 21 Agustus 2026 tentang pendampingan pelaksanaan Konkercab I oleh jajaran pengurus kabupaten. Untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah tingkat kecamatan, pelaksanaan kegiatan di setiap wilayah dibuka secara resmi oleh para Camat setempat.
Rangkaian pelaksanaan Konkercab I ini dibagi dalam beberapa grup wilayah, di antaranya:
* Limboto Grup (Sabtu, 5 September 2026), Meliputi cabang Limboto, Limboto Barat, Tibawa, Pulubala, dan Dikbud Kab. Gorontalo, bertempat di Gedung Kasmat (Aula Dinas Dikbud Kab. Gorontalo).
* Telaga Grup (Selasa, 8 September 2026): Meliputi cabang Telaga, Telaga Biru, Tilango, dan Talaga Jaya bertempat di SMP 1 Telaga biru
* Batudaa Grup (Rabu, 16 September 2026): Meliputi cabang Batudaa, Batudaa Pantai, Bongomeme, Biluhu, Tabongo, dan Dungaliyo bertempat di SDN 2 Tabongo.
* Boliyohuto Grup (Rabu, 23 September 2026): Meliputi cabang Boliyohuto, Mootilango, Tolangohula, Asparaga, dan Bilato bertempat di SMPN 2 Asparaga.
Ketua PGRI Kabupaten Gorontalo, Dra. Hj. Rapia Bahoea, M.Pd., hadir langsung mendampingi dan memberikan semangat serta arahan pada seluruh gelaran konferensi tersebut. Disetiap Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa konferensi kerja bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan wadah penting untuk menjaga arah gerak PGRI agar tetap transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan anggota.
“Konferensi ini menjadi ruang evaluasi bersama. Hasil evaluasi program dan keuangan tahun 2025 hendaknya dijadikan dasar dalam menyusun program kerja 2026 yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan seluruh anggota,” ujar Rapia Bahoea.
Lebih lanjut, ia mendorong para tenaga pendidik untuk adaptif terhadap perkembangan zaman, terutama dalam hal penguatan literasi digital, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, serta menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif dan menyenangkan.
“PGRI harus terus hadir menjawab dinamika pendidikan. Karena itu, konsolidasi organisasi harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi, perlindungan, dan kesejahteraan guru. Mari kita jadikan konferensi ini bukan hanya sebagai ruang evaluasi, tetapi sebagai titik tolak untuk menghadirkan PGRI yang semakin solid, profesional, dan bermanfaat bagi guru serta dunia pendidikan di Kabupaten Gorontalo,” pungkanya.
Melalui penyelenggaraan Konkercab I ini, diharapkan lahir program-program kerja strategis yang berdampak langsung bagi peningkatan mutu pendidikan dan kesejahteraan guru, sekaligus mempererat kemitraan antara PGRI, Pemerintah Kabupaten Gorontalo, dan seluruh pemangku kepentingan


























