Limboto, garudapost id— Upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan guru terus mendapat perhatian melalui kolaborasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Gorontalo bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Gorontalo
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi guru dan tenaga pendidik dalam rangka memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118, dengan mengusung tema “IDI Berkemajuan: Gorontalo Sehat dan Sejahtera.” Minggu (27/9)
Kegiatan yang dipusatkan di Aula KGTK Gorontalo itu menghadirkan sekitar 150 dokter, baik dokter umum maupun spesialis. , sebanyak 150 kuota secara khusus diperuntukkan bagi anggota PGRI Kabupaten Gorontalo.
Pelayanan kesehatan meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, konsultasi dengan dokter, edukasi pencegahan penyakit, termasuk varises, serta donor darah yang dilaksanakan bekerja sama dengan PMI Kabupaten Gorontalo.
Kehadiran PGRI dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan para guru. Sasaran pelayanan diprioritaskan bagi guru yang sedang hamil serta pengurus sekolah dari jenjang TK hingga SMA/SMK.
Ketua PGRI Kabupaten Gorontalo, Rapia Bahuwa, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang memberikan perhatian langsung terhadap kesehatan para guru.
Menurutnya, kesehatan guru merupakan bagian penting dalam menunjang kualitas proses pembelajaran. Guru yang sehat akan lebih optimal menjalankan tugas mendidik dan mendampingi peserta didik.
“Jika gurunya sehat, proses mengajar di sekolah pasti menjadi lebih maksimal. Karena itu, kesehatan guru sangat penting bagi kita semua,” ujar Rapia.
Ia berharap kolaborasi antara PGRI dan IDI tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi bentuk pelayanan yang berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak guru di Kabupaten Gorontalo.
Ketua IDI Wilayah Gorontalo, Dr. dr. Muhammad Isman Yusuf, Sp.N., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan kepedulian dokter terhadap para guru yang memiliki peran besar dalam membentuk generasi bangsa.
“Kami bisa ada seperti sekarang karena jasa para guru. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan para guru tetap sehat dan bersemangat dalam mendidik murid-murid,” ungkapnya.
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, turut mengapresiasi kolaborasi PGRI dan IDI tersebut. Menurutnya, guru dan dokter memiliki peran yang sama-sama penting dalam membangun kualitas kehidupan masyarakat.
“Guru adalah penerang bangsa, sedangkan dokter adalah penjaga kesehatan masyarakat. Kolaborasi seperti ini sangat bagus karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, khususnya para guru,” kata Sofyan.
Bupati berharap model kolaborasi tersebut dapat terus diperluas sehingga pelayanan kesehatan bagi guru dan tenaga pendidik dapat menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Gorontalo.
Kolaborasi PGRI dan IDI ini sekaligus menegaskan pentingnya perhatian terhadap guru bukan hanya dari sisi peningkatan kompetensi, tetapi juga kesehatan dan kesejahteraan. Dengan guru yang sehat dan terlindungi, kualitas pendidikan di Kabupaten Gorontalo diharapkan semakin kuat dan berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut turut mendapat apresiasi dari IDI Wilayah Gorontalo atas kontribusi PGRI Kabupaten Gorontalo dalam menyukseskan rangkaian Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118. Apresiasi tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, kepada PGRI sebagai bentuk penghargaan atas sinergi dan kepedulian bersama dalam mendukung kesehatan para guru.

























